Saatnya Pintar Manfaatkan Peluang di Media Sosial

Saatnya Pintar Manfaatkan Peluang di Media Sosial
Ilustrasi media sosial. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 18 April 2018 | 18:53 WIB

Jakarta - Angka pengguna aktif media sosial (Medsos) di di Indonesia terus meningkat. Pada tahun 2018, tercatat terdapat 130 juta pengguna aktif. Hal ini memiliki arti, 49 persen dari total penduduk Indonesia memiliki akun dan merupakan pengguna aktif medsos.

CEO Multipro Mandiri, Prima Suyitno, mengatakan, fakta bahwa penduduk Indonesia merupakan triplet's consumer atau pengguna perangkat mobile, laptop, dan iPad, semakin menjadi alasan kuat mengapa setiap kalangan harus menyusun strategi bisnis menggunakan digital khususnya medsos.

"Penggunaan medsos yang massive juga didukung oleh aplikasi yang membuat konsumen betah. Aplikasi tersebut sudah menjadi kebiasaan atau habbit untuk masyarakat di Indonesia," ujar Prima di Jakarta, Rabu (18/4).

CEO Multipro Mandiri, Prima Suyitno, saat menjadi pembicara dalam seminar "Pemanfaatan Media Sosial Untuk Pertumbuhan Bisnis" di STMIK Nusa Mandiri Jakarta, Rabu (18/4).

Menurut Prima, fakta tersebut mendasari pihaknya untuk aktif melakukan kampanye kepada kalangan mahasiswa, untuk melakukan sharing dalam berbagai hal terutama dalam bidang entrepreneurship dan bisnis.

"Mencontoh perubahan lifestyle masyarakat, perusahaan besar maupun unit usaha kecil harus dapat memanfaatkan momentum tersebut. Saat ini, hampir seluruh channel pemasaran konvensional telah digantikan oleh saluran digital," tuturnya.

Prima menambahkan, surat menyurat telah digantikan dengan email, brochure telah digantikan dengan website. Bahkan, koran konvensional sudah kalah peminat dengan situs berita online.

"Jadi, perusahaan atau unit usaha yang belum memanfaatkan digital itu tidak relevan. Kita harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada," tambah pria yang pernah menjadi Vice President pada salah satu anak usaha BUMN ini.

Setelah mengetahui tren penggunaanya, kata Prima, pelaku bisnis jelas harus pandai mengetahui karakter dan pesan yang akan disampaikan pada masing-masing aplikasi medsos. Alasannya, setiap medsos memiliki karakter dan segmen yang berbeda.

"Penggunaan Video Ads, Instagram Stories, dan WhatsApp for Business adalah beberapa fitur yang wajib dimanfaatkan oleh pelaku bisnis. Selain itu, pelaku bisnis juga harus bersaing dengan memunculkan unique content strategy," tambahnya.

Menurut Prima, pemanfaataan dalam menggunakan medsos yang baik, dapat berdampak besar pada brand image. "Bahkan, dalam banyak kasus, medsos yang menjadi penyebab viralnya suatu brand," jelasnya.

Prima mengatakan, tanpa penyusunan strategi yang mumpuni, sangat sulit bagi sebuah brand untuk dapat menjadi top of mind di tengah kalangan konsumen dan masyarakat. "Meningkatkan digital exposure atau paparan digital, adalah satu-satunya jalan yang harus diambil pelaku bisnis khususnya pemula atau startup," tegasnya.

Menurut Prima, perusahaan baik dari dulu hingga sekarang jelas memiliki hasil akhir revenue. Tentunya, harus dilihat pula sejauh mana pemasaran digital akan berdampak.

"Seluruh pemasaran digital hadir untuk menunjang hasil penjualan. Maka dari itu, pemanfaatan medsos harus memiliki goals akhir yang jelas. Traffic dan search engine optimization (SEO) yang bagus harus diimbangi dengan konversi yang tinggi untuk penjualan, serta harus measureable," urainya.

Prima menambahkan, medsos akan menjadi mediator bagi pelaku bisnis dengan end customer. Karena hal itulah, penggunaan medsos akan membangun hubungan dengan konsumen secara langsung. Lebih jelasnya, medsos bisnis merupakan channel wajib yang harus dimanfaatkan untuk membangun bisnis karena memiliki berbagai keunggulan. Biaya yang murah dalam mengelola campaign menjadi salah satu keutamaan pemilihan.

"Selain itu, medsos dapat digunakan untuk meningkatkan brand awareness hingga mendapatkan conversion rate yang baik. Medsos juga memiliki manfaat jangka panjang seperti meningkatkan loyalty brand, meningkatkan search engine, hingga memperbaiki kepuasan pelanggan," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE