Mahasiswa UI Menangkan Kompetisi Pengelolaan Energi yang Efisien

Mahasiswa UI Menangkan Kompetisi Pengelolaan Energi yang Efisien
Country President Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly (kiri), didampingi HR Director Indah Prihardini berbincang dengan pemenang pertama dari tim RISE Universitas Indonesia pada pengumuman seleksi final Go Green in the City, di Jakarta, Kamis (12/8/2018). Sekitar 700 milenial dari 100 perguruan tinggi di Indonesia menampilkan Bold Ideas untuk atasi tantangan perubahan iklim dan efesiensi pengelolaan energi di perkotaan. GA Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: BeritaSatu photo / Mohammad defrizal )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 12 Juli 2018 | 20:03 WIB

Jakarta - Schneider Electric, perusahaan global di bidang pengelolaan energi dan otomasi, Schneider Electric, mengumumkan seleksi final kompetisi Go Green in the City (GGITC) 2018 yang akan mewakili Indonesia bersaing di tingkat Asia Pasifik pada tanggal 28-29 Agustus 2018 mendatang, untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final yang akan diselenggarakan di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat (AS), pada bulan November 2018.

Konsep ide berjudul Smart Memory Alloy for Reliable Trackers (SMART) yang digagas oleh tim RISE dari Universitas Indonesia (UI) terpilih sebagai pemenang Go Green in the City 2018 tingkat nasional, mengalahkan 350 tim mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh Indonesia.

Tim RISE yang terdiri dari Clarissa Merry dan Rivaldo Gurky, akan menampilkan proyek SMART untuk bersaing di tingkat Asia Pasifik untuk menjawab permasalahan akan kebutuhan sumber energi alternatif dan pemerataan akses listrik di area rural dengan memaksimalkan penyerapan tenaga surya menggunakan solusi sistem panel surya yang dapat secara fleksibel mengikuti arah gerak matahari.

Dengan sistem panel surya ini, energi listrik yang dihasilkan dari tenaga surya dapat meningkat sekitar 18 persen dibandingkan sistem panel surya konvensional, diperkirakan dalam satu hari dapat menghasilkan energi listrik hingga 31,6 MWh, setara dengan menghidupkan 2.300 rumah tangga dengan konsumsi listrik rata-rata per harinya sebesar 13,6kWh.

Country President Schneider Electric Indonesia, Xavier Denoly, mengatakan, sebagai generasi yang tech savvy dan mendominasi 50 persen dari tenaga kerja produktif pada tahun 2020, milenial menjadi tonggak utama dalam melakukan suatu perubahan besar yang sustainable dengan pemanfaatan teknologi, internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan.

"Melalui kompetisi Go Green in the City, Schneider Electric menggajak milenial untuk ambil bagian dalam komunitas global dan memberikan panggung untuk mereka dalam mengasah kemampuan dan kreativitas dengan berorientasi pada teknologi pengelolaan energi yang efisien dan berdampak positif terhadap sosial-lingkungan," kata Xavier, di Jakarta, Kamis (12/7).

Menurut Xavier, kompetisi Go Green in the City merupakah bagian dari komitmen perusahaan sebagai pemimpin dalam transformasi digital manajemen energi dan otomasi, untuk melakukan transfer pengetahuan dan pengembangan bakat untuk membangun generasi muda.

"Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2010, kompetisi Go Green in the City mendapatkan tanggapan yang positif dari para generasi muda Indonesia. Selama 8 tahun kompetisi ini berlangsung, telah diikuti oleh total 7.000 mahasiswa dan mahasiswi dari seluruh Indonesia," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Bioenergi, Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Andriyah Feby Misna mengatakan, keikutsertaan pihaknya sebagai dewan juri dalam kompetisi ini merupakan ke-6 kalinya.

"Tiap tahunnya, kami melihat antusiasme yang besar dari para mahasiswa Indonesia. Tentu harapannya kompetisi seperti ini dapat menjadi media bagi para generasi muda untuk berkreasi dalam menghasilkan inovasi-inovasi baru yang ramah lingkungan dan hemat energi. Diharapkan juga generasi muda bisa lebih peduli dan bisa menjadi agent of change untuk mewujudkan budaya hemat energi di lingkungannya," kata Andriyah.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE