Puncak Peringatan Hakteknas

Menristekdikti Pacu Semangat Inovasi Anak Bangsa

Menristekdikti Pacu Semangat Inovasi Anak Bangsa
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, bersama Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie, menghadiri Puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) ke-23 di Komplek Kantor Gubernur Provinsi Riau, Pekanbaru, Jumat (10/8). ( Foto: Beritasatu Photo )
Maria Fatima Bona / FER Jumat, 10 Agustus 2018 | 17:12 WIB

Jakarta - Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir mengatakan, kesiapan Indonesia memasuki era industri 4.0 sangat tergantung kepada kemampuan sumber daya manusia (SDM) dalam menguasai dan memanfaatkan iptek dan memacu inovasi.

"Untuk menata proses transformasi struktur ekonomi kita ke arah industri berteknologi tinggi hingga mencapai creative innovation, maka kunci utamanya adalah berinovasi," kata Nasir saat menghadiri puncak peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-23, di Komplek Kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Jumat (10/8).

Nasir menambahkan, untuk mendorong riset, keberadaan Perpres Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) menjadi sangat strategis, karena dirancang secara holistik, lintas institusi, lintas ranah dan berdasarkan fokus riset. Sebagaimana negara-negara maju di dunia yang menata ekosistem inovasinya melalui visi perencanaan yang futuristik, strategi perekeyasaan serta riset dan pengembangannya.

"Dalam hal ini, RIRN merupakan pedoman dan peta jalan riset dan pengembangan iptek dan inovasi jangka menengah dan panjang yang mengintegrasikan dan mensinergikan program riset setiap kementerian dan lembaga, pemerintah daerah dan masyarakat serta komunitas peneliti," tambahnya.

Menurut Nasir, berdasarkan kenyataan hingga saat ini pemanfaatan iptek dan inovasi bagi masyarakat, khususnya pelaku ekonomi dan industri, masih belum optimal. Untuk itu, pemerintah terus mendorong sinergi antar institusi iptek dan pelaku industri, sehingga iptek dan inovasi memberikan kontribusi maksimal.

"Juga harus dibenahi adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sebagai faktor kunci keberhasilan pendidikan, penelitian dan pengembangan iptek dan inovasi," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE