Samsung SDS Siapkan Sistem Pabean Berbasis Blockchain

Samsung SDS Siapkan Sistem Pabean Berbasis Blockchain
Ilustrasi teknologi Blockchain. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 14 September 2018 | 21:59 WIB

Seoul - Samsung SDS menyiapkan platform blockchain yang ditujukan untuk mengatur sistem pabean dan perizinan ekspor berbasis blockchain pertama di dunia, dalam proyek yang diinisiai oleh Layanan Bea Cukai Korea (Korea Customs Service/KCS).

KCS memutuskan untuk memilih Samsung SDS sebagai perusahaan yang menangani sistem dan layanan bea cukai, sebagai bagian dari upaya untuk mengadopsi teknologi mutakhir dalam menghadapi pertumbuhan volume perdagangan dan e-commerce.

Pihak Samsung SDS sendiri akan menggunakan platform blockchain Nexledger yang dikembangkan oleh pihak perusahaan untuk membangun sistem semacam itu.

"Nexledger memungkinkan pengguna perangkat bergerak untuk mendapatkan akses ke berbagai layanan secara aman melalui enkripsi informasi dan sertifikasi biometrik," kata pernyataan yang dirilis oleh pihak Samsung SDS, seperti dilansir laman Korea Times, Jumat (14/9).

Sistem yang baru ini, memungkinkan lembaga dan perusahaan yang terkait dengan ekspor, secara cepat dan mudah untuk berbagi dokumen, mulai dari deklarasi pabean sampai dokumen pengiriman. Sistem blockchain juga secara fundamental mencegah terjadinya pemalsuan dokumen.

Pihak Samsung SDS mengatakan, platform Nexledger mampu menangani sejumlah besar transaksi secara real time dan menawarkan fungsi kontrak yang cerdas, yang mendukung keamanan dan kenyamanan penggunanya.

Sistem ini, telah diterapkan untuk beragam industri termasuk bisnis keuangan, manufaktur, dan logistik.



Sumber: Korea Times