Teknologi Layar Lipat Samsung Dicuri dan Dijual ke Tiongkok

Teknologi Layar Lipat Samsung Dicuri dan Dijual ke Tiongkok
Samsung memamerkan teknologi terbaru smartphone yang bisa dilipat. ( Foto: Mashable )
Heru Andriyanto / HA Sabtu, 1 Desember 2018 | 02:50 WIB

Teknologi terbaru Samsung yang memungkinkan layar smartphone untuk dilipat telah dicuri dan dijual ke dua perusahaan Tiongkok, menurut dakwaan jaksa di Korea Selatan.

Kamis (29/11) lalu, Kantor Kejaksaan Distrik Suwon mendakwa 11 orang dalam kasus pencurian rahasia teknologi Samsung.

Jaksa menuduh satu supplier Samsung membocorkan cetak biru teknologi "flexible OLED edge panel 3D lamination" (pinggrir layar OLED yang fleksibel) milik Samsung kepada sebuah perusahaan yang membuatnya. Perusahaan dimaksud kemudian menjual rahasia teknologi itu kepada dua perusahaan Tiongkok senilai sekitar US$ 14 juta (Rp 200 miliar).

Namun, dalam keterangannya Jumat (30/12), jaksa tidak menyebutkan nama orang dan perusahaan yang terlibat.

Samsung Display, anak perusahaan Samsung, mengatakan bahwa mereka "kaget atas hasil investigasi jaksa".

Jaksa mengatakan Samsung telah menghabiskan waktu enam tahun dan dana sekitar 150 miliar won (Rp 1,9 triliun) untuk mengembangkan layar yang bisa ditekuk (bendable screen).

Teknologi ini disebut-sebut bisa menjadi game changer atau penentu kesuksesan Samsung di tengah ketatnya persaingan antar perusahaan teknologi global sekarang ini. Samsung telah memamerkan sekilas tentang teknologi ini dalam sebuah konferensi awal November lalu, dengan menunjukkan sebuah smartphone yang bisa dilipat.

Samsung adalah produsen smartphone terbesar di dunia, menguasai sekitar 20% pangsa pasar global di kuartal terakhir, menurut data lembaga riset Canalys.

Pihak berwenang Korea Selatan belum berhasil melacak dan menangkap dua warga Tiongkok yang diduga terlibat dalam kasus ini, dan telah meminta bantuan Interpol untuk mencari dan menahan mereka. Dari 11 terdakwa, tiga telah ditahan.



Sumber: CNN
CLOSE