Bulan Juli adalah bulan terpanas sepanjang sejarah di Amerika
Virginia tercatat negara bagian paling panas.

Ini mungkin mengejutkan: para ilmuwan federal mengatakan Juli merupakan bulan terpanas yang pernah tercatat di 48 negara bagian Amerika, memecahkan rekor Dust Bowl pada tahun 1930-an.

Dan bahkan lebih sedikit kejutan: AS tahun ini terus mencatatkan sejumlah laporan cuaca ekstrem berdasarkan perhitungan yang tepat yang meliputi kekeringan, hujan deras, suhu yang tidak biasa, dan badai.

Suhu rata-rata bulan lalu adalah 77,6 derajat, yang memecah catatan lama pada Juli 1936 sebesar 0,2 derajat, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration.

“Ini adalah peningkatan yang cukup signifikan atas rekor terakhir," kata ilmuwan iklim Jake Crouch dari NOAA National Climatic Data Center di Asheville, North Carolina.

Di masa lalu, pemanasan global telah menunjuk Dust Bowl sebagai musim paling panas terakhir yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi Crouch mengatakan bahwa tahun ini "telah melampaui tahun-tahun Dust Bowl. Kami menyaingi dan mengalahkan mereka secara konsisten dari bulan ke bulan.”

Bulan lalu juga 3,3 derajat lebih hangat daripada rata-rata abad ke-20 untuk bulan Juli.

Di 32 negara bagian memiliki bulan Juli yang panas, tetapi hanya satu negara bagian, yaitu Virginia, yang memiliki bulan Juli paling panas. Crouch mengatakan bahwa hal itu agak tidak biasa, tetapi bahwa hal itu menunjukkan luasnya panas dan kekeringan yang terkait.

Sebagai contoh pada tahun 2011, panas tampaknya berpusat di Oklahoma dan Texas. Namun, pada tahun ini “pusat dari panas bermigrasi ke sekitar,” kata Crouch. Tujuh bulan pertama pada 2012 adalah yang terpanas bagi AS.

Tapi bukan hanya panas yang patut dicatat. NOAA memiliki ukuran yang disebut U.S. Climate Extreme Index dan beberapa indikator suhu yang luar biasa tinggi dan rendah, kekeringan, hujan, serta badai tropis dan angin topan. NOAA menghitung indeks sebagai persentase, yang sebagian besar mencerminkan berapa banyak AS mengalami cuaca ekstrem.

Pada bulan Juli, indeksnya adalah 37 persen, sebuah rekor yang mengalahkan catatan untuk Juli tahun lalu. Indeks rata-ratanya adalah 20 persen.

Selama tujuh bulan pertama tahun ini, indeks ekstrem adalah 46 persen, mengalahkan rekor lama pada 1934. Indeks ekstrem tahun ini sangat didorong oleh suhu yang tinggi, baik pada siang dan malam hari, yang tidak biasa, kata Crouch.

“Ini tidak akan terjadi jika tidak ada manusia yang menyebabkan terjadinya perubahan iklim,” kata Michael Mann, ilmuwan alam dari Pennsylvania State University.

Crouch dan Kevin Trenberth, kepala analis iklim National Center for Atmospheric Research, mengatakan bahwa apa yang terjadi disebabkan oleh cuaca ganda dan perubahan iklim. Mereka menunjuk pada suhu malam yang lebih tinggi akibat pemanasan global dan efek jangka pendek dari panas lokal dan kekeringan.

Kekeringan adalah merupakan unsur utama di musim panas ini. “Jika basah, suhu cenderung menjadi dingin, sementara jika kering, suhu cenderung menjadi panas,” kata Trenberth.

Trenberth mengatakan: “Kenyataan bahwa tujuh bulan pertama pada tahun ini adalah rekor terpanas jauh lebih mengesankan dari sudut pandang iklim, dan menyoroti fakta bahwa ada lebih dari sekadar variabilitas alam yang memainkan peran: pemanasan global dari aktivitas manusia.”

Penulis: