Jejak lintasan meteor yang melintasi Chelyabinsk, Rusia, Jumat (15/2).

Jakarta - Para astronom akhirnya berhasil melacak asal meteor yang menghantan Rusia bagian tengah dan menciderai sekitar 1000 orang pada awal Februari kemarin, demikian lapor BBC, Selasa (26/2).

Memanfaatkan rekaman-rekaman video amatir yang menggambarkan jatuhnya meteor itu, para astronom berhasil memperkirakan alur meteor itu, jalurnya melewati atmosfer Bumi, dan merekonstruksi kembali orbit benda antariksa itu terhadap Matahari.

Dalam beberapa rekaman tampak batu dari langit itu terbakar hebat ketika melesat di atas kota Chelyabinsk. Ledakan yang disebabkannya mengakibatkan getaran seluruh bangunan di kota itu hingga memecahkan kaca-kaca gedung.

Mereka memanfaatkan beberapa rekaman video yang diambil menggunakan kamera ponsel, cctv, dan kamera mobil yang banyak beredar di dunia maya. Selain itu, mereka juga memanfaatkan rekaman video dari kamera lalu lintas yang mempunyai waktu dan tanggal yang tepat.

Perkiraan awal meteor itu punya bobot 10 ton. Belakangan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, memperkirakan meteor itu punya bobot sekitar 7000 sampai 10.000 ton. NASA juga memperkirakan benda langit berukuran sekitar 17 meter.

Jorge Zuluaga dan Ignacio Ferrin dari Universitu Antioquia, Medelin - ilmuwan di balik penelitian itu - kemudian memadukan rekaman-rekaman itu dengan lokasi jatuhnya meteor di Danau Chebarkul dan menggunakan trigonometri sederhana untuk menghitung tinggi, kecepatan, dan posisi meteor itu ketika jatuh ke Bumi.

Untuk merekonstruksi orbit asli dari meteor itu di sekitar Matahari, mereka menggunakan enam jalur berbeda. Kesemuanya itu berhubungan dengan titik ketika meteor itu mulai terlihat cemerlang dan terlihat oleh mata telanjang.

Kedua peneliti itu lalu memasukkan angka-angka yang mereka dapatkan ke dalam sebuah sofware astronomi yang dikembangkan oleh US Naval Observatory.

Hasilnya menunjukkan bahwa meteor itu berasal dari keluarga batuan luar angkasa yang sudah dikenal luas - dinamai asteroid-asteroid Apollo - yang memang melewati orbit Bumi.

Sejauh ini sudah 9.700 asteroid dekat Bumi yang berhasil ditemukan dan sekitar 5.200 di antaranya berasal dari Apollo. Asteroid-asteroid memang dibedakan dalam beberapa kelompok seperti Apollo, Aten, atau Amor, tergantung pada tipe orbit mereka.

Tim peneliti dari Kolombia telah mempresentasikan rincian temuannya itu di website Arxiv.

Penulis: Liberty Jemadu

Sumber:BBC