Komputer 3 Dimensi yang diperkenalkan di Konferensi TED di Los Angeles, pengguna bisa menjulurkan tangan masuk ke dalam komputer dan memegang konten digital.

Los Angeles - Tehnologi komputer terbaru dengan layar transparan yang memungkinkan pemakai untuk menjulurkan tangan ke dalam dan menyentuh konten digital diperkenalkan belum lama ini di Konferensi TED (Technology, Entertainment and Design) di Los Angeles.

Peneliti TED Jinha Lee telah cukup lama menggarap komputer desktop 3D ini bekerjasama dengan Microsoft.

“Membuat orang bisa berinteraksi dengan mesin dengan cara yang sama seperti berinteraksi dengan benda padat bisa membuat aktivitas menggunakan komputer jauh lebih intuitif,” kata Lee seperti dilansir BBC.

Penggunaan komputer jenis ini di kalangan umum bisa terwujud dalam satu dekade, ramal dia.

Sistem yang digunakan termasuk layar LED transparan dengan kamera terpasang (built-in cameras) yang bisa membaca bahasa tubuh dan gerakan mata pengguna.

Design komputer ini terinspirasi oleh kebutuhan manusia untuk berinteraksi dengan benda-benda, kata Lee.

"Ingatan tentang ruang (spatial memory), di mana tubuh kita bisa secara insting mengingat di mana letak benada-benda, adalah keahlian yang sangat khas manusia," jelasnya.

Dengan menerapkan hal ini ke dunia digital, maka pengguna bisa lebih gampang mengoperasikan komputer dan mampu menyelesaikan tugas-tugas yang lebih sulit.

"Kalau anda sedang mengerjakan sebuah dokumen, anda bisa mengambilnya dan membalik-balik (halaman) seperti sebuah buku," kata Lee.

Untuk tugas yang membutuhkan presisi tinggi dan tak bisa dilakukan dengan gerakan tangan, tersedia touchpad atau papan sentuh. Dengan demikian, seorang arsitek misalnya bisa membuat model animasi 3D.

Cara kerja komputer ini, seperti ditunjukkan dalam video BBC, pengguna dan tangannya dipisahkan oleh monitor transparan, sehingga kedua tangannya tetap bisa terlihat namun yang seolah disentuh atau dipegangnya adalah konten digital yang nampak di monitor transparan itu.

Demikian juga keyboard dan touchpad juga terletak di balik monitor.

"Kesenjangan antara apa yang dipikirkan perancang dan apa yang bisa dilakukan komputer sangat besar. Jika anda bisa memasukkan dua tangan ke komputer dan mengelola konten digital, maka anda bisa mengekspresikan ide dengan lebih lengkap."

Lee, yang lulusan Massachusetts Institute of Technology, sekarang ini sedang terkena wajib militer di Korea Selatan dan ditugaskan di Samsung Electronics.

Bagi dia, tujuan utama penelitian yang dilakukan adalah memadukan digital dengan dunia fisika.

Komputer sekarang sudah lebih mudah digunakan karena kesenjangan antara dunia nyata dan tehnologi makin mengecil.

“Pada komputer generasi pertama, ada kesenjangan yang besar, namun hal ini makin mengecil dengan temuan-temuan seperti layar sentuh,” jelasnya. “Batasan yang ada tinggal imajinasi kita.”

Penulis: Heru Andriyanto/HA

Sumber:BBC