Orang dengan Insomnia Lebih Rentan Alami Depresi

Orang dengan Insomnia Lebih Rentan Alami Depresi
Ilustrasi sulit tidur. ( Foto: Freedigitalphotos )
Herman / FER Senin, 12 Maret 2018 | 17:31 WIB

Jakarta - Masalah gangguan tidur seperti insomnia sudah menjadi hal yang umum terjadi pada masyarakat modern. Kondisi ini ditandai dengan sulitnya seseorang untuk mulai tidur, tetap tidur, dan tidak merasakan dampak positif dari tidurnya seperti tubuh yang menjadi lebih segar.

Menurut psikolog klinis, Aurora Lumbantoruan, selain bisa mengakibatkan masalah kesehatan, gangguan tidur juga memiliki hubungan dua arah dengan masalah mental, di mana 50 persen orang yang memiliki gangguan tidur cenderung memilik gangguan kesehatan mental. Sebaliknya, 90 persen orang yang mengalami depresi juga memiliki masalah gangguan tidur.

"Ketika mengalami gangguan tidur, emosi seseorang cenderung meningkat. Sesuatu yang negatif atau stressor (pemicu stres) cenderung ditanggapi dengan berlebihan dibandingkan orang yang cukup tidur," kata Aurora Lumbantoruan di acara World Sleep Day 2018 yang diadakan Amlife, di Jakarta, Senin (12/3).

Aurora memberi contoh ketika seseorang ditagih tugas yang menjadi tanggung jawabnya oleh atasan. Pada orang-orang yang cukup tidur, hal itu biasanya akan ditanggapi dengan positif. Sementara, pada orang yang mengalami gangguan tidur cenderung lebih sensitif dan emosional.

"Kondisi kurang tidur memang bisa menyebabkan peningkatan reaksi emosional. Itu membuat seseorang lebih rentan mengalami depresi, tidak proporsional dalam mempersepsikan suatu kondisi. Bahkan hanya karena di tegur atasan saja, ada yang sampai merasa bersalah sekali hingga berhari-hari," bebernya.

Dampak buruh lainnya dari masalah gangguan tidur seperti produktifitas yang menurun, hingga berkurangnya kecepatan reaksi. Misalnya saja kewaspadaan yang berkurang ketika mengendarai mobil atau motor yang bisa menyebabkan kecelakaan.

Memahami gaya hidup masyarakat modern, Aurora menyebutkan, biasanya ada banyak gaya hidup yang spesifik dan kebiasaan-kebiasaan tidur yang menyebabkan insomnia, antara lain membawa pekerjaan ke rumah dan bekerja di malam hari, tidur siang, tidur di kemudian waktu untuk menebus jam tidur yang hilang, atau kerja shift dengan jam kerja yang tidak teratur.

Berdasarkan kondisi tersebut, Aurora menyarankan kepada setiap orang untuk menyadari ritme tubuh atau alarm biologis, dan menjaganya setiap hari untuk meningkatkan kualitas tidur dan rutinitas.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE