Brewin Mesa Cermati Tahun Demokrasi

Brewin Mesa Cermati Tahun Demokrasi
Pengembang Singapura, Brewin Mesa, menggelar acara Property Outlook 2018, di Noble House, Jakarta, Selasa (27/3). ( Foto: BeritaSatu Photo / Feriawan Hidayat )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 27 Maret 2018 | 20:56 WIB

Jakarta - PT Brewin Mesa Sutera (Brewin Mesa), perusahaan investasi dan pengembang real estat berbasis di Singapura, mengusung sikap optimistis terhadap kondisi pasar properti di Indonesia akan terus mengalami peningkatan seiring dengan dukungan kebijakan pemerintah yang positif, perekonomian yang membaik, dan situasi politik yang stabil.

Presiden Direktur Brewin Mesa Sutera, Bill Cheng, mengatakan, tahun ini pihaknya akan berfokus pada pembangunan dan penjualan proyek The Lana di kawasan CBD Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.

"Kami memiliki keyakinan tinggi dalam mengembangkan proyek properti di Indonesia. Melalui proyek The Lana, kami membidik kalangan konsumen menengah atas. Kami optimistis di tahun ini pemasaran The Lana akan mendapat respon positif dari konsumen," kata Bill Cheng, dalam acara Property Outlook di Noble House, Jakarta, Selasa (27/3).

Pria kelahiran 2 September 1979 ini menambahkan, proyek apartemen banyak diminati oleh kalangan konsumen di wilayah Tangerang khususnya Serpong dan sekitarnya.

"Kami mulai memasuki pasar Indonesia pada saat kondisi pasar menurun. Sejak terjadi krisis ekonomi pada tahun 1998, pasar properti Indonesia tidak pernah separah ini. Pasar properti mulai menurun pada tahun 2015, terjadi penekanan pada tahun 2016 dan pada tahun 2017 mulai terlihat adanya pemulihan pada pada minat dan daya beli konsumen," jelasnya.

Bill Cheng mengatakan, sebagai bukti memiliki kemampuan dan keahlian dalam menjalankan bisnis properti, serta mengendalikan bisnis yang mengalami penurunan, pihaknya yakin dalam menjalankan misinya untuk fokus pada kepuasan dan pemenuhan janji kepada pembeli, dengan memberikan desain dan kualitas bangunan proyek yang dirancang dengan baik.

"Penjualan proyek apartemen The Lana pada paruh pertama tahun 2017 tetap terkendali pada saat perusahaan berusaha melewati pasar yang masih lemah, seiring dengan lemahnya daya beli masyarakat," katanya.

Pada saat bersamaan, kata Bill Cheng, sejumlah besar proyek apartemen baru diluncurkan ke pasar. Hal ini, memberikan dampak pada sulitnya mendapatkan agen penjualan properti yang berfokus pada proyek The Lana.

"Untuk mengurangi tantangan ini, kami berfokus untuk melatih tim marketing in-house agar efektif dalam meyakinkan pembeli dengan menonjolkan kelebihan dan keunikan apartemen The Lana yang tidak dimiliki oleh kompetitor lainnya.

Bill Cheng menambahkan, upaya dan kerja keras yang dilakukan pihaknya mulai memperlihatkan hasil baik pada saat terjadi peningkatan penjualan pada paruh kedua tahun 2017. "Setelah menjual lebih dari 200 unit dalam kurun waktu satu tahun, proyek ini merupakan yang terlaris di kelasnya di seluruh wilayah Tangerang," paparnya.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut dia, tentunya tidaklah mudah karena proyek apartemen yang dikembangkan tergolong kelas prestisius dengan kisaran harga antara Rp 1,5 miliar hingga Rp 5 miliar. "Kami menjual lebih dari 20 unit high-end dalam waktu satu bulan. Kami melihat dan meyakini, tidak ada pengembang lain yang melakukannya di pasar yang tengah melemah saat ini," tandasnya.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE