Alumni UGM, IPB, dan ITS Kecam Teror serta Serukan Solidaritas

Alumni UGM, IPB, dan ITS Kecam Teror serta Serukan Solidaritas
Seorang petugas Penjinak Bom (Jibom) melakukan identifikasi di lokasi ledakan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, 13 Mei 2018. ( Foto: Antara / M Risyal Hidayat )
PR / HS Minggu, 13 Mei 2018 | 15:56 WIB

Jakarta – Sejumlah alumni perguruan tinggi negeri mengecam dan mengutuk keras aksi peledakan bom pada tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5). Kecaman itu disampaikan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (PP Kagama), PP Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS), dan DPP Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (HA IPB).

Ketiga organisasi alumi itu menyampaikan rasa duka yang mendalam bagi para korban dan juga keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, mengecam keras aksi terorisme itu sebagai tindakan biadab, tidak berperikemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh ajaran agama.

Ketua Umum Kagama Ganjar Pranowo dalam keterangannya mengharapkan aparat keamanan untuk segera menangkap para pelaku dan segera mengungkap jaringan terorisme. Tindakan tegas perlu diberikan untuk meningkatkan pencegahan agar peritiswa yang sama tidak terulang kembali di bumi Pancasila.

“Kami mengajak setiap komponen bangsa untuk bersatu melawan terorisme. Seluruh rakyat Indonesia tidak pernah takut terhadap para teroris yang ingin menghancurkan Negeri Pancasila,” kata Ganjar dalam pernyataan bersama Budi Karya Sumadi selaku Ketua Harian Kagama dan Ari Dwipayana sebagai Sekjen Kagama.

Hal yang sama ditegaskan Ketua Umum DPP HA IPB Fathan Kamil dan Sekjen DPP HA IPB Walneg S Jas. HA IPB menilai cara-cara kekerasan telah mengorbankan rasa kemanusiaan dan peradaban bangsa.

Untuk itu, HA IPB menghimbau semua alumni dimanapun berada untuk tetap tenang, bersikap obyektif dan waspada terhadap segala jenis ancaman yang akan terjadi. Selain itu, menyerukan agar semua komponen masyarakat dan bangsa Indonesia tetap menjaga solidaritas dan jangan terpancing dengan upaya-upaya memecah belah kebersamaan dan persaudaraan Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum IKA ITS Dwi Soetjipto dalam keterangannya menegaskan tidak ada satu agama pun yang mengajarkan bunuh diri sebagai pembuktian keimananan seseorang. Terorisme merupakan musuh bersama seluruh umat manusia yang harus diberantas tanpa pandang bulu.

PP IKA ITS mengajak seluruh umat beragama dan semua elemen masyarakat untuk bekerja sama membantu pihak keamanan dan unsur-unsur yang terkait untuk mengusut tuntas aksi teror tersebut.
“Terorisme merupakan musuh bersama seluruh umat manusia. Para pelaku dan jaringannya harus dihukum seberat-beratnya,” tegas mantan Dirut Pertamina ini.



Sumber: BeritaSatu.com