Gunung Agung Erupsi

Penerbangan di Ngurah Rai Berjalan Normal

Penerbangan di Ngurah Rai Berjalan Normal
Bandara Ngurah Rai. ( Foto: Antara )
I Nyoman Mardika / FER Rabu, 13 Juni 2018 | 22:44 WIB

Denpasar - Operasional penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai, berjalan normal seperti biasa. Kendati Gunung Agung terjadi erupsi, letusannya tidak terdampak terhadap operasional penerbangan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Humas) PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan, abu vulkanik erupsi Gunung Agung yang terjadi pada pukul 11.05 WITA mengarah ke barat laut mengikuti arah angin.

"Operasional penerbangan aman, mengingat bandara berada jauh di sebelah selatan Gunung Agung," ujar Arie di Denpasar, Rabu (13/6).

Menurutnya, kendati gunung tertinggi di Bali itu erupsi, namun lalu lintas penerbangan masih beroperasi seperti biasa, termasuk pelayanan arus mudik dan libur panjang Lebaran yang berlangsung lancar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, abu vulkanik tercatat mengarah ke barat laut dengan kecepatan sekitar 15 knot mengikuti arah angin.

Berdasarkan citra satelit cuaca Himawari, penyebaran abu vulkanik gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu sudah tidak terdeteksi. Data yang diperbaharui BMKG pukul 16.00 WITA juga menyebutkan berdasarkan observasi Stasiun Meteorologi Kelas I Ngurah Rai juga tidak teramati adanya abu vulkanik.

Kepala Pusat Vulknologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, mengatakan, gunung api tertinggi di Bali itu erupsi, melontarkan abu berwarna kelabu berintensitas tebal dengan tinggi kolom sekitar 2.000 meter dari puncak. "Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi kurang lebih 2 menit 12 detik," katanya.

PVMBG menyebutkan, status Gunung Agung saat ini masih berada level III atau siaga dengan Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari kawah puncak gunung.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE