Elektabilitas Karolin-Gidot Unggul Setelah Debat

Elektabilitas Karolin-Gidot Unggul Setelah Debat
Pasangan calon gubernur Kalimantan Barat nomor urut dua, Karolin Magret Natasa bersama pasangannya Suryadman Gidot dalam debat publik kedua Pilgub Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, albar, Sabtu, 5 Mei 2018. ( Foto: Istimewa / Yustinus Paat )
Yustinus Paat / AO Rabu, 13 Juni 2018 | 23:59 WIB

Pontianak - Lembaga survei Cirus Surveiors Grup (CSG) memaparkan rilis survei terbarunya terkait hasil persepsi publik terhadap calon gubernur dan calon wakil gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) setelah debat kandidat tahap dua. Survei tersebut mengungkapkan bahwa elektabilitas pasangan Karolin Magret Natasa dan Gidot Suryadman unggul dibandingkan lawannya.

Survei ini diselenggarakan pada akhir Mei 2017 dengan menggunakan metode multistage random sampling. Jumlah sampel pada survei ini sebanyak 1.000 responden yang tersebar secara proporsional di 14 kabupaten/kota yang ada di Kalimantan Barat. Tingkat margin of error survei ini sebesar 3,2%, pada tingkat kepercayaan 95%.

"Dari hasil survei, elektabilitas Karolin-Gidot sebesar 45,3%. Selisih elektabilitasnya di kisaran 2,3% dengan Midji-Norsan yang memiliki angka elektabilitas 43%. Sedangkan, jumlah pemilih yang memilih Milton-Boyman sebanyak 6,13%," ujar Direktur Cirus Surveiors (CSG), Kadek Dwita Apriani dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Rabut (13/6).

Namun, kata Kadek, masih terdapat 4,9% pemilih yang belum menentukan pilihan dan akan menjadi salah satu penentu pada kontestasi ini. Selain ilu, terdapat 10% pemilih yang masih mungkin mengubah pilihan karena alasan program kandidat lain yang lebih menarik. "Karena itu, debat publik terakhir akan menjadi sangat panting bagi cagub dan cawagub guna meyakinkan pemilih mengenai programnya," ungkap dia.

Kadek mengatakan, debat publik cagub dan cawagub merupakan salah satu momentum penting dalam proses Pilgub Kalbar. Debat tersebut, menurut dia, jelas memengaruhi persepsi publik terhadap calon pemimpin Kalbar yang akan dipilih nanti. "Efek debat kandidat terhadap persepsi publik mengenai Cagub dan Cawagub dapat diukur melalui sebuah studi kuantitatif (survei). Untuk itu kami melaksanakan survei persepsi publik setelah debat cagub dan cawagub," kata dia.

Dari pemilih yang menonton debat, 66% di antaranya mengaku dapat memahami isi debat tersebut. Survei ini juga mengukur efek debat cagub dan cawagub terhadap penilaian publik alas kemampuan kandidat dalam berbagai aspek. "Pasangan Karolin-Gidot diketahui memperoleh penilaian yang lebih positif dari penonton debat kandidat, dibandingkan paslon lainnya. Temuan berikutnya terkait angka popularitas dan elektabilitas kandidat sebulan menjelang hari pemilihan," tutur dia.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE