Jokowi: Masyarakat dan Aparat Perlu Bersatu Atasi Terorisme

Jokowi: Masyarakat dan Aparat Perlu Bersatu Atasi Terorisme
Polisi melakukan penjagaan saat penangkapan terduga teroris di Jl. Kaliurang, Ngaglik, Sleman, DI Yogyakarta, 14 Juli 2018. ( Foto: Antara / Andreas Fitri Atmoko )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Minggu, 15 Juli 2018 | 17:22 WIB

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa terorisme masih ada di Indonesia. Untuk itu diperlukan upaya dan kerja sama seluruh masyarakat bersama aparat untuk melawan kelompok radikal tersebut.

"Kita harus sadar semuanya bahwa yang namanya terorisme masih ada di negara kita. Oleh sebab itu saya minta seluruh masyarakat ikut kerja sama dengan aparat untuk menyelesaikan masalah ini," kata Presiden Jokowi seperti disampaikan Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (15/7).

Pernyataan tersebut diungkapkan Presiden Jokowi menanggapi penembakan tiga terduga teroris di Kaliurang, Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (14/7).

Usai meresmikan Jalan Tol Solo-Ngawi ruas Kartasura-Sragen di Gerbang Tol Ngemplak Kabupaten Boyolali, Minggu ini, Kepala Negara pun mengungkapkan bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk menyelesaikan masalah terorisme, baik pendekatan lunak maupun pendekatan keras.

"Pemerintah saya kira sudah melakukan pendekatan, pendekatan lunak pendekatan keras. Semuanya dilakukan tapi sekali lagi ini merupakan ancaman yang memang harus diselesaikan dengan baik oleh aparat hukum," ujarnya.

Meski ada peristiwa penembakan terduga teroris di Kaliurang, Yogyakarta. Namun Presiden tetap akan berkunjung ke Kota Gudeg tersebut untuk menghadiri suatu acara yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.

Adapun rencana kunjungan Presiden ke Yogyakarta tak terganggu dengan kejadian tersebut.



Sumber: BeritaSatu.com