CCCG Genjot Pembangunan Superblok Daan Mogot City

CCCG Genjot Pembangunan Superblok Daan Mogot City
Progres pembangunan proyek superblok Daan Mogot City (Damoci), yang dikembangkan China Communication Construction Group (CCCG) lewat anak perusahaannya, PT China Harbour Jakarta Real Estate Development. ( Foto: Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 27 Juli 2018 | 21:21 WIB

Jakarta - Seiring dengan lesunya ekonomi nasional belakangan ini, berdampak pada perlambatan bisnis properti. Namun, hal tersebut tidak secara otomatis membuat proyek yang dikembangkan sejumlah developer kehabisan energi untuk terus membangun. Masih terdapat pengembang yang justru berlari kencang dalam menuntaskan pembangunan proyeknya lebih cepat dari rencana.

Salah satu contohnya adalah proyek superblok Daan Mogot City (Damoci), yang dikembangkan oleh China Communication Construction Group (CCCG) lewat anak perusahaannya, PT China Harbour Jakarta Real Estate Development. Dalam masterplan pengembangan proyek ini, CCCG akan membangun 7 menara apartemen serta area pusat perbelanjaan di lahan seluas 16 hektar (ha) pada tahap pertama, di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat (Jakbar).

CEO Daan Mogot City, Shen Chao mengatakan, sampai saat ini pihaknya terus melakukan pembangunan sesuai jadwal. Mulai melakukan ground breaking di bulan April 2017 untuk 4 tower pertama, Albatross, Bluejay, Canary dan Dove, saat ini proses pembangunan proyek sudah mencapai lantai 22, dengan jangka waktu lebih kurang 15 bulan.

"Kalau melihat dari progresnya justru 15 persen lebih cepat dari deadline. Karena, kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dan memberikan kepuasan kepada konsumen yang sudah membeli," ujar Shen Chao, di Jakarta, Jumat (27/7).

General Manager Sales & Marketing Daan Mogot City, Billy Tanutama menambahkan, dengan proses pembangunan yang berjalan seperti saat ini, pihaknya optimistis dapat melakukan prosesi penutupan atap (topping off) menara pertama di bulan Oktober 2018. "Untuk tower pertama itu totalnya mencapai 31 lantai," kata Billy.

Billy mengatakan, dalam memasarkan proyek ini pihaknya memberikan sejumlah gimmick yang menarik dalam memikat calon konsumen. Misalnya, dengan meluncurkan program uang muka atau down payment 0 persen. Cara tersebut, dirasakan cukup ampuh dan peminatnya cukup tinggi.

"Dari data cara bayar konsumen, sebanyak 67 persen memilih cara bayar KPA, diikuti dengan posisi seimbang antara hard cash dan installment sebesar 21 persen. Program uang muka 0 persen ini, sangat digandrungi oleh calon konsumen, sehingga mereka memilih KPA karena cicilan yang ringan," tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE