Sebagian Besar Mataram Mati Lampu Pascagempa

Sebagian Besar Mataram Mati Lampu Pascagempa
Sejumlah warga melihat reruntuhan bangunan akibat gempa yang menimpa kendaraan di salah satu pusat perbelanjaan di Denpasar, Bali, 5 Agustus 2018. Gempa tujuh pada skala richter yang berpusat di Lombok, NTB, menyebabkan kerusakan bangunan di berbagai lokasi di Bali dan mengakibatkan sejumlah warga terluka. ( Foto: Antara / Nyoman Budhiana )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Minggu, 5 Agustus 2018 | 22:28 WIB

Lombok - Sebagian besar pasokan listrik di kota Mataram dan sekitarnya padam sehubungan dengan gempa bumi berkekuatan 7,0 SR yang melanda wilayah NTB, Bali dan sekitarnya pada pukul 19:46 WITA, hari ini. Demikian disampaikan PLN.

Saat gempa terjadi, beberapa daerah yang disuplai sistem Lombok masih menyala dengan beban 50 MW dari beban sistem normal sebesar 220 MW. Adapun 2 (dua) sistem kelistrikan lainnya di NTB yakni sistem kelistrikan Sumbawa dan Bima sebagian besar menyala dan aman, walaupun ada beberapa sebagian kecil daerah yang masih padam.

Untuk memulihkan pasokan listrik di daerah terdampak gempa, khsususnya di Lombok Timur dan Lombok Utara, PLN dengan cepat melakukan inventarisasi kondisi aset di semua lokasi pembangkit, pemulihan listrik di daerah padam secara bertahap sesuai Standard Operating Procedure, mengantisipasi gempa susulan, berkoordinasi dengan unit-unit PLN lain seperti Bali dan Jawa Timur untuk bantuan personil, peralatan, dan material.

PLN mengimbau kepada masyarakat serta pegawai PLN, anak perusahaan dan mitra kerja untuk tetap tenang, waspada dan mengikuti arahan serta informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat serta diharapkan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

 



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE