Amankan Asian Games, Kapolri: 283 Terduga Teroris Diamankan

Amankan Asian Games, Kapolri: 283 Terduga Teroris Diamankan
Jenderal Tito Karnavian. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / YUD Selasa, 7 Agustus 2018 | 11:37 WIB

Jakarta - Ancaman teror masih menjadi perhatian Polri jelang pelaksanaan Asian Games 18 Agustus mendatang. Sudah 283 terduga teroris yang dibekuk paska serangan bom di Surabaya Mei lalu.

“ Kita terus melakukan penangkapan. Laporan terakhir ke saya tadi malam 283 yang ditangkap paska bom Surabaya. Saya minta terus melakukan penangkapan karena sekarang sudah ada Antiteror UU 5/2018,” kata Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian di PTIK, Selasa (7/8).

Dengan UU yang baru ini penanganan terorisme memang lebih bergigi. Misalnya tentang larangan organisasi teroris dan siapapun yang membantu atau apalagi bergabung dengan organsiasi teroris yang dilarang di pengadilan kini bisa dipidana.

“Pengadilan Jakarta Selatan pun sudah menetapkan JAD dan organisasi berafiliasi dengan ISIS dilarang artinya siapapun yang berhubungan membantu dan jadi anggota dapat dipidana. Yang dulu di UU lama ini tidak bisa dipidana tapi harus ada bukti dulu, senjatanya, perencanaannya, harus ada aksinya, (maka sering) terlambat kita,” urainya.

UU baru memberikan peluang baru dan Polri akan terus bekerja. Salah satunya adalah tiap Polda sudah membentuk Satgas anti teror dan Densus di tingkat Mabes Polri juga akan dikembangkan menjadi 34 Satgas Densus di semua provinsi.

“Semua Polda juga membentuk satgas anti teror yang paralel bekerja dengan Satgas Densus. Kerawanan lain adalah kemacetan lalu lintas khususnya di Jakarta, kalau di Palembang tidak masalah apalagi di sana ada LRT,” paparnya.

Di Palembang semuanya menurut Tito sudah rapi, sehingga pengamanannya s akan lebih mudah karena atlit dan venue juga disentralisir di satu kampung, one village.

“Problem di Jakarta karena kemacetannya. Tapi saya mendapat laporan dari Kapolda Metro ada beberapa sekolah yang diliburkan. Itungan kita kalau sekolah diliburkan bisa mengurangi 11-15 persen kemacetan lalu lintas,” urainya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE