679 Mahasiswa Asing Belajar Budaya Indonesia

679 Mahasiswa Asing Belajar Budaya Indonesia
Orientasi Program Darmasiswa ( Foto: Suara Pembaruan / istimewa )
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 31 Agustus 2018 | 14:48 WIB

Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) kembali mengundang 679 mahasiswa asing dari 94 negara untuk belajar bahasa, seni, dan budaya di Tanah Air selama tahun akademik 2018/2019.

Sekjen Kemdikbud, Didik Suhardi, mengatakan, para mahasiswa asing yang diundang berasal dari berbagai negara untuk mengikuti program tahunan pemerintah yakni program Darmasiswa, dalam rangka memperkenalkan Indonesia pada dunia khususnya di bidang bahasa, budaya dan seni. Selain itu, program ini bertujuan untuk mempererat hubungan persahabatan antara Indonesia dan negara sahabat serta memberikan kontribusi pada pembentukan perdamaian dan ketertiban dunia.

“Kemdikbud selalu mempunyai komitmen untuk memberikan kontribusi pada hubungan persahabatan antarnegara ini dan program Darmasiswa adalah salah satu cara untuk mewujudkan komitmen tersebut,” kata Didik saat membuka Program Darmasiswa 2018/2019 di hotel Kartika Candra, Jakarta, Kamis (30/8) malam.

Didik menuturkan, para peserta Darmasiswa akan belajar selama satu tahun di 70 perguruan tinggi (PT) di Tanah Air. Sebelum mereka dikirim ke PT tujuan, pemerintah akan memberikan orientasi guna memperkenalkan budaya dan kearifan lokal sebagai bekal untuk tinggal di Indonesia.

Dijelaskan Didik, program Darmasiswa adalah program pemberian beasiswa nongelar selama satu tahun oleh pemerintah Indonesia kepada mahasiswa asing dari negara-negara mitra dan sahabat untuk belajar bahasa dan seni budaya Indonesia di berbagai PT negeri/swasta atau pun lembaga pelatihan di Indonesia.

“Program ini juga telah menjadi hubungan timbal-balik pemberian beasiswa antara Indonesia dan negara mitra, dan telah menjadi program soft diplomacy or people to people contact dalam bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.

Selanjutnya, Didik menyebutkan, program Darmasiswa sendiri sudah dilaksanakan sejak 1974. Hingga kini, program tersebut telah diikuti oleh 7.852 peserta dari 117 negara sahabat, yang belajar di berbagai PT negeri dan swasta di seluruh Indonesia.

“Sejak program ini diadakan, para alumni Darmasiswa memberikan kontribusi untuk Indonesia. Mereka kembali ke negaranya dan memperkenalkan Indonesia di negara masing-masing. Mulai dari bahasa, budaya, hingga seni. Bahkan ada yang membuka kursus bahasa Indonesia di negaranya. Jadi program ini sangat baik untuk mengembangkan bahasa Indonesia dan diplomasi budaya Indonesia di luar negeri,” kata Didik.

Ia juga mengatakan, awalnya program ini hanya mengundang peserta dari kawasan ASEAN dengan peserta berjumlah puluhan orang saja. Namun, dengan pertimbangan program Darmasiswa sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya, setiap tahun pemerintah meningkatkan jumlah peserta serta negara. Berdasarkan data Kemdikbud, pada tahun akademik 2017/2108, ada 581 mahasiswa asing dari 74 negara yang disebar di 51 PT Indonesia. Sedangkan tahun akademik 2018/2019, ada 679 peserta yang akan mengikuti pendidikan di 70 PT di Indonesia.

Selanjutnya, kepada para peserta Darmasiswa, Didik menekankan, peserta tidak hanya belajar di PT, tetapi juga belajar dari lingkungan masyarakat sekitar. Pengalaman mereka selama satu tahun di Indonesia diharapkan akan menjadi pengalaman terbaik yang perlu mereka informasikan secara luas di negara masing-masing.

Mendatang, Didik berharap program tersebut terus berlanjut dan berperan lebih besar dalam mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan pengembangan bahasa Indonesia dan diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.

Sementara itu, Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Aziz Nurwahyudi, mengatakan, program Darmasiswa ini merupakan media yang strategis untuk mempromosikan Indonesia. Maka, ia berharap melalui program tahunan ini, para peserta Darmasiswa dapat belajar tentang Indonesia melalui bahasa, budaya, dan seni.

Selain itu, melalui program Darmasiswa, Aziz juga berharap, dapat membangun kerja sama yang baik antarnegara di masa mendatang. “Dengan hubungan ini (program Darmasiswa, red), kita bisa belajar bersama dan bertukar budaya bersama. Saya yakin program ini sangat penting dan bernilai untuk memperkenalkan budaya Indonesia,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE