Kabareskrim Usut Situs Palsu Catut Namanya

Kabareskrim Usut Situs Palsu Catut Namanya
Kabareskrim Irjen Arief Sulistyanto ( Foto: Beritasatu.com / Heru Andriyanto )
Farouk Arnaz / FMB Rabu, 12 September 2018 | 11:50 WIB

Jakarta— Kabar hoax benar-benar tak pandang bulu. Siapa saja bisa menjadi korbannya termasuk Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto.

Jenderal bintang tiga yang baru menjabat sejak 17 Agustus lalu itu menjadi korban hoax dari sebuah situs yang mencatut namanya: ariefsulistyanto.com.

Tak hanya mencatut namanya situs itu juga memuat beberapa isu panas yang sama sekali tak pernah dinyatakan oleh Arief.

Misalnya soal Arief yang akan menangkap mantan Kepala BIN Jenderal (pur) Hendropriyono terkait dengan Pollycarpus Budihari Priyanto dalam kasus pembunuhan ativis HAM Munir.

“Itu situs abal-abal yang mengatasnamakan dan mencatut nama saya. Bersama ini saya sampaikan semua yang ada di dalam situs itu adalah palsu. Sedang kita selidiki,” kata Arief Rabu (12/9).

Menurut viewdns.info situs itu dibuat pada 10 September 2018 dan mempunyai web host di Denmark. Kini situs itu sudah tak bisa lagi diakses.

Munir Said Thalib diracun pada penerbangan menuju Amsterdam pada 7 September 2004. Arief adalah mantan penyidik kasus Munir yang mengatakan Polri sudah melakukan langkah-langkah yang cukup signifikan di dalam proses penyidikan kasus ini.

Dalam proses penyidikan pada tahun 2006, penyidik telah memberkas sebanyak empat berkas dengan empat tersangka, yang semuanya sudah menjalani hukuman dan sudah selesai.

Mereka adalah Pollycarpus, Indra Setiawan, Ramelgia Anwar, dan Mayjen (pur) Muchdi Pr. Namun belakangan Muchdi diputus bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 2008 lalu. Muchdi adalah eks Deputi V BIN yang saat itu dipimpin Hendropriyono.



Sumber: BeritaSatu.com