Lezatnya Gonggong, Hasil Perburuan dari Kedalaman Laut 7 Meter

Lezatnya Gonggong, Hasil Perburuan dari Kedalaman Laut 7 Meter
Kuliner Gonggong ( Foto: BatamNews.co.id )
Nurlis E Meuko / NEF Senin, 16 April 2018 | 13:58 WIB

Menyantap gonggong menjadi menu utama kuliner di Kepulauan Riau. Di warung makan maupun restoran di provinsi kepulauan ini pasti dengan mudah menemukan seafood yang bentuknya seperti siput ini.

Hidup di laut dan sekilas mirip keong, dalam bahasa latin Gonggong disebut Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam famili atau rumpun molusca.

Memiliki cangkang putih kekuningan, dagingnya berwarna putih dan kenyal saat digigit. Saat mengonsumsinya dibutuhkan tusuk gigi untuk mempermudah mencongkel daging dari cangkang.

Di Kota Tanjungpinang, gonggong dijadikan ikon dan diabadikan dalam bentuk bangunan.Bahkan, Kabupaten Lingga sendiri, saat ini menjadi salah satu pengekspor gonggong ke Kota Batam dan Tanjungpinang.

Ketersedian gonggong di Kabupaten Lingga cukup berlimpah. Sejumlah tempat yang sudah dikenal masyarakat Lingga sebagai penghasil gonggong hingga saat ini yakni Kampung Sasah, Limbung dan Senempek.

Laman batamnews.co.id melaporkan bahwa di Dusun Senempek,Desa Limbung, sejumlah warga setempat yang biasa menjadi penampung gonggong itu, mendirikan bangunan berbentuk keramba untuk menyimpan gonggong, sebelum dijual ke Kota Batam dan Tanjungpinang.

Dibalik rasanya yang lemak dan kenyal itu, untuk mendapatkan gonggong, warga harus mengambilnya dengan cara menyelam di kedalaman air laut yang mencapai 5 hingga 7 meter. Setiap penyelam, dalam sehari, bisa mendapatkan mulai dari 1 kilogram (kg) hingga 8 kg lebih.

Biasanya, jika dijual ke penampung, 1 kg gonggong hidup dihargai Rp12 ribu. Tapi kalau ada warga yang ingin membeli ke penampung langsung, harga nya jelas lebih tinggi, bisa mencapai Rp15 ribu hingga Rp17 ribu.

Berbeda dengan di Kota Batam dan Tanjungpinang, 1 porsi hidangan gonggong tersebut bisa mencapat puluhan ribu rupiah.

Setiap kali para penampung yang ada di Dusun Senempek berangkat ke Kota Batam, biasanya berat gonggong yang dibawa mencapai ratusan kg.

"Biasanya kalau penampung disini bawa nya pakai kapal sendiri," ujar Siah, salah seorang warga Senempek kepada batamnews.co.id, Minggu (15/4/2018).

Setidaknya ada empat jenis Gonggong, yaitu gonggong ayam berukuran kecil dan berwarna hitam, gonggong cangkang tipis berwarna putih, gonggong bercangkang tebal warna putih, dan gonggong merah bercangkang tebal. Semuanya dapat dimakan.

Disebutkan , gonggong ini mengandung gizi tinggi, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Tak heran jika gonggong menjadi salah satu kuliner yang menjadi primadona di Kepulauan Riau, karena di setiap restoran seafood (ternama) atau di acara-acara resmi selalu menyediakan dan menghidangkan kuliner khas yang lezat ini.

Biasanya, gonggong disantap bersama semangkuk kecil sambal yang terbuat dari cabai rawit dan terasi, atau biasa masyarakat Lingga menyebutnya dengan belacan.

Gonggon kini menjadi santapan wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Kepulauan Riau.



Sumber: BatamNews.co.id
CLOSE