60 Tahun Berkarya

Agnes Budhisurya Pamerkan Busana dengan Sapuan Lukisan

Agnes Budhisurya Pamerkan Busana dengan Sapuan Lukisan
60 tahun Agnes Budhisurya berkarya ( Foto: Investor Daily / Mardiana Makmun )
Mardiana Makmun / MAR Selasa, 17 April 2018 | 20:16 WIB

Jakarta - Guratan lukisan tangan Agnes Budhisurya menyempurnakan koleksi busana bertema Ratu Udang. Paduan warna merah khas udang rebus berpadu dengan warna kebiruan dari kain tenun Sumba, Nusa Tenggara Timur, semakin mengentalkan tema busana tersebut.


Agnes menyambungkan tenun berbentuk jubah panjang itu dengan bahan sutera halus menerawang. Dengan halus, persambungan kedua bahan berbeda karakter, yaitu tenun kasar dan tebal, sedangkan sutera halus dan tipis, disamarkan dengan sapuan lukisan.


“Bagi saya, sapuan cat adalah sebuah solusi untuk menyelaraskan warna yang berbeda dan karakter bahan yang berbeda, misal dari warna gelap ke terang atau dair bahan tenun ke sutera atau batik ke sutera,” jelas Agnes Budhisurya kepada Investor Daily saat jumpa pers peragaan busana bertema Maturing Gracefully Trough Work of Art, Sebuah Retrospeksi dari Agnes Budhisurya dalam rangka merayakan 60 tahun Agnes berkarya dan 73 tahun usianya di Jakarta, Senin (16/4).

Sebanyak 73 koleksi dari berbagai desain, potongan, warna, dan bahan, dia pamerkan. “Koleksi ini sebagian adalah koleksi lama yang saya buat sejak mulai berkarir menjadi perancang busana,” kata Agnes.


Tentu saja, sapuan cat air yang menjadi ciri khas rancangan Agnes, juga ikut mempercantik 73 koleksi tersebut. “Saya memiliki keahlian di bidang fashion secara otodidak. Dulu ibu saya bilang kalau mau baju baru, ya saya harus bisa bikin baju sendiri,” kata Agnes mengenang saat pertama kali membuat busana di usia 13 tahun.


Gairah Agnes menjahit dan merancang busana tak terbendung. Perempan asal Jember, Jawa Timur itu mulai memndesain busana dengan ciri khas bordir. “Saya gak mau sama, bordir saya buat sepert 3 dimensi. Tapi lama-lama, inovasi saya itu juga ditiru orang sehingga merusak pasar saya. Dari situ saya yang juga hobi melukis berpikir untuk mulai melukis di atas busana. Kalau pun lukis juga ditiru, hasilnya gak akan sama,” tutur Agnes.


Sejak saat itu, semua desain Agnes selalu diperkaya dengan sapuan kuasnya, mulai dari lembaran kain yang halus hingga batik dan tenun. Untuk menghasilkan karya yang dramatis, Agnes kerap membordir, lalu menyapukan cat lagi di atas bordir. “Warna benang bordir terbatas, dengan cat saya bisa banyak bermain gradasi warna,” terang dia.



Sumber: Investor Daily
CLOSE