Lembang Penuhi Syarat Destinasi Agrowisata Internasional

Lembang Penuhi Syarat Destinasi Agrowisata Internasional
Calon wakil gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat menghadiri undangan warga Desa Cipta Gumati, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis malam, 7 Juni 2018. ( Foto: Istimewa / Fana Suparman )
Fana Suparman / FER Sabtu, 9 Juni 2018 | 20:32 WIB

Jakarta - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, memproyeksikan daerah Lembang, Kabupaten Bandung, sebagai destinasi agrowisata bertaraf internasional. Lembang dinilai memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi daerah wisata berbasis pertanian. Sebagai daerah penghasil kebutuhan pokok terbesar di Jabar, potensi Lembang dapat lebih dimaksimalkan. Tak hanya agrowisata, kawasan Lembang pun dapat dikembangkan menjadi daerah wisata antropologis.

"Masyarakat internasional bukan hanya liburan di Lembang. Mereka ikut bercocok tanam, memahami kultur mata pencaharian asli Jawa Barat. Ini agrowisata sekaligus wisata antropologis karena unsur budaya turut dipelajari,” kata Dedi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (9/6).

Untuk mewujudkan Lembang sebagai destinasi agrowisata bertaraf internasional, Dedi mengatakan, dibutuhkan konsistensi seluruh pemangku kepentingan di Jabar terhadap tata ruang wilayah. Keasrian lingkungan, lebatnya pepohonan tidak boleh tersentuh tangan-tangan jahil penikmat keuntungan sesaat.

"Kalau hutannya gundul, gunungnya rusak, lantas siapa yang mau datang ke sini? Suasana sejuk di daerah ini mutlak harus terus dipelihara. Ada benefit besar bagi rakyat Jabar jika konsisten menjaga lingkungan," tegasnya.

Mantan Bupati Purwakarta tersebut itu juga menekankan pentingnya karakter arsitektur bangunan. Berdasarkan falsafah orang Jawa Barat, bangunan harus bersinergi dengan seluruh unsur alam, yakni, unsur tanah, air, udara dan matahari. Untuk itu, Dedi menilai konstruksi beton dinilainya kurang tepat diterapkan di daerah Lembang. Rumah bertipe panggung dengan arsitektur julang ngapak disebutnya sangat cocok untuk daerah itu.

"Rumah warganya ditata dengan baik sesuai dengan karakter geografis. Kalau konstruksi beton digunakan di daerah landai, kalau ada bencana alam bagaimana? Konstruksi jenis itu rentan terhadap pergerakan tanah, bisa langsung hancur,” katanya.

Dedi meyakini, keberadaan rumah panggung di sebuah kawasan wisata dapat menjadi pengganti hotel berbintang. Hal ini tentu saja akan membawa manfaat bagi warga pemilik rumah dan wilayah sekitar. Selain wisatawan dapat menginap di rumah tersebut, keterbukaan interaksi akan terjadi antara warga dengan wisatawan. Dampak selanjutnya, akan terciptanya dialog antar-kultur hingga melahirkan sinergi universalitas kebudayaan.

"Kebudayaan kita itu sejajar dengan bangsa-bangsa di dunia. Pariwisata adalah jalan untuk membuka dialog kebudayaan sehingga posisi kita setara, tidak ada tinggi atau rendah,” ucapnya.

Bukan hanya Lembang yang dibidik Dedi untuk dijadikan daerah agrowisata bertaraf internasional. Wilayah Jabar Selatan dan daerah lain berkontur sama dengan Lembang akan diberdayakan untuk tujuan yang sama.

"Kita ingin program ini komprehensif di seluruh Jabar. Wilayah Garut, Kuningan dan daerah lain akan kita berdayakan juga," tandasnya.

 



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE