Gunung Krakatau dan Pantai Kru Genjot Pariwisata Lampung

Gunung Krakatau dan Pantai Kru Genjot Pariwisata Lampung
Sejumlah wisatawan menaiki perahu hias saat festival gunung krakatau 2016 di dermaga Sari Ringgung, Bandar Lampung, Sabtu (27/8). Festival Krakatau 2016 digelar 21- 28 Agustus 2016. ( Foto: Suara Pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Chairul Fikri / CAH Jumat, 10 Agustus 2018 | 15:43 WIB

Jakarta - Lampung menjadi provinsi kedua setelah Sulawesi Utara yang memiliki pertumbuhan pesat disektor pariwisata dengan mencapai 58 persen. Ini mendorong pemerintah pusat membantu Lampung untuk mengembangkan pariwisata yang dimilikinya.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan kunjungan wisman ke Lampung tahun 2016 sebanyak 155.053 di tahun 2017 atau meningkat menjadi 245.372 kunjungan. Melonjaknya hingga 58 persen.

"Ini artinya kunjungan wisman tersebut antara lain karena dipicu oleh dua ikon pariwisata yang mendunia yaitu Gunung Krakatau dan Pantai Krui yang telah di tetapkan sebagai world class surfing destination," ujar  Menpar Arief saat meluncurkan event Lampung Krakatau Festival 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata Jakarta, Kamis (9/8) kemarin.

Untuk mendorong pariwisatanya lebih maju, Pemerintah Lampung harus punya lebih banyak event pariwisata lagi. Hal yang paling penting adalah mendorong Bandara Raden Inten II sebagai bandara Internasional agar wisatawan mudah kalau mau berkunjung kesana. Bila semua sudah tercapai sepertinya Lampung mampulah mendatangkan wisatawan mancanegara sampai 500.000.

Ditambahkan Menpar, Event Lampung Krakatau Festival (LKF) 2018 yang masuk dalam Top 100 CoE Nasional akan digelar di dua lokasi yaitu Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan pada 24-26 Agustus mendatang bisa dijadikan media yang baik untuk  penyebaran informasi potensi pariwisata. 

"Provinsi Lampung sebagai pintu gerbang di ujung selatan Pulau Sumatera harus terus berbenah dengan pembangunan infrastruktur aksesibilitas. Antara lain membangun Dermaga 7 VIP Pelabuhan Bakauheni, Jalan Tol Trans Sumatera, dan menjadikan Bandara Raden Inten II sebagai Bandara Internasional. Selain itu, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk menaikan jumlah wisman juga harus ada dan didorong caranya membuat perizinan adalah membuat KEK dan perijinan pariwisata agar lebih simple dan mudah. Kita bisa mengatur regulasi sendiri kalau daerah itu merupakan kawasan ekonom khusus melalui pusat perlayanan terpadu satu pintu (PTSP)," tandasnya.

Selain akan menggelar event Lampung Krakatau Festival di akhir bulan Agustus 2018 ini, Lampung juga telah mempersiapkan beberapa event festival baik skala lokal maupun nasional seperti Krui Surf Fest (15 – 20 April), Festival Teluk Stabas (16 April), Festival Skala Brak (10 - 12 Juli), Festival Way Kambas (10 – 22 November), dan Festival Pahawang (minggu ke-4 November).



Sumber: BeritaSatu.com