Festival Gunungan, Cara Pemuda Banyuwangi Peringati 1 Muharam

Festival Gunungan, Cara Pemuda Banyuwangi Peringati 1 Muharam
Warga mengerumuni dua gunungan hasil bumi. ( Foto: Istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Rabu, 12 September 2018 | 12:47 WIB

Banyuwangi - Indonesia kaya akan budaya dan tradisi yang hidup di lingkungan masyarakat. Salahsatunya tradisi memperingati tahun baru Islam yang juga berbeda-berbeda di seluruh Indonesia, tak terkecuali umat muslim di Banyuwangi. Misalnya Festival Gunungan Grebeg 1 Muharam 1440H yang diadakan oleh pemuda Desa Tamansari Kecamatan Tegalsari.

Adapun acara ini adalah iring-iringan dua gunungan setinggi 180cm dari hasil bumi dan berbagai kesenian yang mengungkap kehidupan sosial juga kebudayaan yang hidup di Desa. Gunungan disusun dari hasil pertanian warga berupa sayur dan palawija. Satu gunungan yang lain disusun dari hasil panen buah dan jajan tradisional. Hal ini dimaksudkan sebagai bentuk rasa syukur warga yang diberikan tanah subur dan hasil panen yang melimpah.

Selain gunungan ada tumpeng robyong dan naga ider bumi. Tumpeng robyong yang menggambarkan rasa kebahagiaan. Biasanya orang zaman dahulu membuat tumpeng ini untuk menyambut datangnya kebahagiaan. Selanjutnya naga ider bumi dimaksudkan untuk menghindarkan desa dari wabah penyakit, hama, maupun perilaku jahat yang bisa mengotori sistem kehidupan masyarakat desa.

Pada cara ini juga ditampilkan dalam iring-iringan kesenian lokal dan kreasi misalnya hadrah, jaranan, gamelan, juga drumband. ”Hadrah, jaranan, dan gamelan yang ikut iring-iringan ini dari kelompok kesenian dan drumbandnya dari sekolah yang semuanya asli dari Desa Tamansari sendiri” ujar Radit salah satu panitia menjelaskan.

Menurut Radit, kegiatan Festival Gunungan ini diadakan setiap tahun baru Islam atau 1 Muharam dan tahun ini adalah acara keempatkalinya yang diadakan oleh para pemuda.

Selain sebagai bentuk rasa syukur, acara ini digunakan untuk memperkenalkan desanya yang notabene berada di daerah pinggiran. ”Acara ini yang keempat kalinya dan bersyukur selalu semakin ramai setiap tahunnya, besar harapan kami para pemuda bisa mengenalkan desa ini yang posisinya di pinggiran” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com