Jakarta - Salah satu Kuasa Hukum Eyang Subur, Abu Bakar, mengatakan pernyataan Adi Bing Slamet dkk. melalui media elektronik, membunuh karakter Eyang Subur dan keluarganya.

"Ada kerugian ketika dia (Subur) diberitakan seperti itu. Jadi apa yang diutarakan Adi Bing Slamet cs. secara sengaja, sepihak di media elektonik yang kemudian semua masyarakat mengakses itu, adalah fitnah, pencemaran nama baik dan pembunuhan karakter," jelasnya.

Menurut Abu Bakar, Subur pun mengalami kerugian materil dan moril yang cukup besar.

"Tentu saja kegiatan usaha dari Eyang sangat terganggu dan kalau di hitung secara materil itu juga sangat besar. Lebih-lebih soal moril keluarga, anak, istri sangat terganggu. Rumah produksi terganggu, usaha menjahit terganggu jaringan ordernya. Kalau dihitung nominal sebulan bisa Rp5 sampai Rp10 miliar hilang," sebutnya.

Abu Bakar berharap, penyidik segera menindaklajuti laporan Subur dengan memanggil Adi Bing Slamet dkk untuk diperiksa.

"Barang bukti dari berbagai sumber baik dari media onlie, media elektronik, cetak, sudah cukup itu sebagai bukti permulaan. Diharapkan Adi Bing Slamet, Arya Wiguna, Novi, dan Nurjanah segera dipanggil untuk diproses lebih lanjut dan mereka harus buktikan pernyataan-pernyataannya itu," tandasnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Eyang Subur, Ramdan Alamsyah, mengatakan dalam laporannya, Adi Bing Slamet dkk. diduga melanggar Pasal 27 UU ITE Junto Pasal 45, dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Menurut Ramdan, Subur siap maju ke pengadilan sebagai korban dan pelapor. "Eyang subur siap maju ke pengadilan, sebagai korban dan pelapor. Kita sejak awal tak pernah mencari kebenaran," tandasnya.

Penulis: Bayu Marhaenjati/YUD