Cara Giring "Nidji" Lawan Penyebaran Berita Hoax

Vokalis band Nidji, Giring Ganesha. (Herman)

Oleh: Herman / WBP | Minggu, 8 Januari 2017 | 11:38 WIB
Hoax" data-media="http://img.beritasatu.com/cache/beritasatu/725x460-2/1483850254.jpg">

Jakarta - Maraknya informasi yang berisi permusuhan, fitnah, hasut, dan hoax atau berita bohong ikut mengundang keprihatinan vokalis band Nidji, Giring Ganesha. Bersama platform Opini.id, ia kemudian membuat video "Nge-Giring Nalar" tentang realitas di masyarakat, termasuk meluruskan berita-berita hoax yang membanjiri media sosial.

Salah satu video yang dibuatnya yaitu tentang isu 10 juta pekerja asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia. Dari fakta-fakta yang didapatkan, Nidji berusaha meluruskan berita hoax tersebut.

"Di Opini.id, sudah ada banyak video yang dibuat, salah satunya isu 10 juta pekerja Tiongkok. Karena banyak masyarakat kita yang sudah termakan berita hoax, respon negatif untuk video tersebut sangat luar biasa, bahkan ada yang sampai mengancam segala. Padahal saya bersama Opini.id sedang berusaha meluruhkan informasi tidak benar yang bisa merusak persatuan bangsa," ungkap Giring di acara deklarasi Masyarakat Indonesia Anti Hoax, di Jakarta, Minggu (8/1).

Cara lain yang dilakukan Giring adalah melaporkan akun Facebook yang kerap menyebarkan informasi hoax yang berpotensi menimbulkan keresahan dan keributan menggunakan fitur "Report Status". Sebab bila dibiarkan, informasi tersebut bisa semakin menyebar ke lebih banyak pengguna media sosial.

"Kalau ada yang posting berita-berita hoax, saya tidak suka ikut berkomentar karena nantinya malah jadi ramai dan semakin tersebar. Belakangan ini justru saya rajin melaporkan status-status yang bernada hasutan, permusuhan, atau hoax. Respon dari Facebook juga cepat. Kalau memang status tersebut dinilai melanggar, dengan cepat akan segera terhapus," ujar Giring.

Bersama komunitas Masyarakat Indonesia Anti Hoax, Nidji juga ikut menyosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berita-berita yang beredar di media sosial. Harus di-kroscek dahulu sumber berita tersebut.

"Untuk melawan informasi hoax, hal paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah tidak mudah menekan tombol share. Apapun yang kita baca, itu harus ditelaah dalam-dalam," tutur musisi 33 tahun tersebut.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT