Yusuf Mansyur Berdalih Kasus Condotel Tak Terkait Paytren

Ustaz Yusuf Mansyur mendatangi kantor Direktorat Jenderal Pajak dikawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat 30 September 2016. (Beritasatu.com/Chairul Fikri)

Oleh: Chairul Fikri / HA | Selasa, 12 September 2017 | 03:09 WIB

Jakarta - Dugaan penipuan investasi oleh Condotel Moya Vidi dengan terlapor Jam'an Nur Chotib alias Yusuf Mansyur memasuki babak baru. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur menaikkan status kasus itu dari tingkat penyelidikan ke penyidikan sejak 8 Setember lalu.

Menanggapi hal itu, pengacara Yusuf, Ina Rachman, menegaskan bahwa bisnis Paytren yang dimiliki Yusuf tidak ada hubungannya dengan kasus pelaporan yang melibatkan namanya di Polda Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Ina Rachman saat dihubungi sejumlah media, Senin (11/9).

"Paytren tidak ada kaitan sama sekali dengan kasus yang ditangani di Polda Jawa Timur yang membawa nama Ustaz Yusuf Mansyur. Dan selama ini Ustaz Yusuf Mansyur dan tim selalu bersikap kooperatif dengan pihak kepolisian," kata Ina.

Ditambahkan Ina, pihaknya siap menjawab pengaduan yang dilaporkan beberapa korban investasi Condotel Moya Vidi di Surabaya ke Polda Jatim dengan nomor laporan 742/VI/2017/UMJATIM.

"Jika ada pihak yang merasa dirugikan dan melakukan pengaduan, silakan saja. Tapi apakah pelapor-pelapor ini memang benar melakukan pelaporan atau ada unsur pidana atau tidak, kalau tidak ada, pihak ustaz akan melaporkan balik," lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Direskrimum Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Agung Yudha Wibowo membenarkan peningkatan status kasus ini dari penyelidikan ke penyidikan dengan terlapor Yusuf.

"Benar pihak Direskrimum Polda Jatim telah meningkatkan status kasus terlapor Yusuf Mansyur dari penyelidikan ke penyidikan. Selaanjutnya kami akan memanggil pelapor, saksi-saksi dan ahli. Kalau terlapor dipanggil belakangan," kata Agung.

Yusuf dilaporkan beberapa korban investasi Condotel Moya Vidi di Surabaya ke Polda Jatim. Dalam laporan itu disebutkan bahwa investasi ditawarkan Yusuf ke para jemaahnya di seluruh Indonesia termasuk di Surabaya pada 2012-2013.

Investor direkrut untuk pembangunan Condotel. Setiap investasi Rp 2,75 juta yang disetorkan, investor mendapatkan selembar sertifikat. Belakangan, investasi itu diduga dialihkan dan uang yang dijadikan investasi tak kembali sebagaimana seharusnya.

Akibatnya, Yusuf dituduh melakukan penipuan dan penggelapan oleh para korbannya.

Belakangan bisnis Paytren yang dijalankan oleh Yusuf ikut dikait-kaitkan dengan kasus tersebut.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT