Slamet Rahardjo Anggap Penghargaan sebagai Beban

Aktor senior, Slamet Rahardjo. (Beritasatu Photo/Dina Fitrianisa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / FER | Sabtu, 7 Oktober 2017 | 12:44 WIB

Jakarta - Nama aktor Slamet Rahardjo (68) dikenal sebagai salah satu tokoh film senior di Indonesia. Keseriusannya dalam menekuni dunia akting, membuat dirinya telah malang melintang dalam setiap ajang penghargaan film di Indonesia.

Tahun ini, Slamet kembali memperebutkan Piala Citra untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik. Namun, sederet prestasi yang telah dicapai justru dianggapnya sebagai beban. Menurutnya, penghargaan merupakan tanggung jawab yang harus terus dijaga.

"Kalau kamu mendapatkan penghargaan untuk menjadi yang terbaik, jangan memilih untuk bermain di film yang jelek. Kamu harus tahu betul penghargaan adalah sebuah kewajiban dan beban, karenanya harus terus dijaga dengan pencapaian yang baik pula," kata Slamet.

Sepanjang karirnya, Slamet telah membawa pulang enam Piala Citra untuk kategori Aktor Utama dalam film Ranjang Pengantin (1975) dan Dibalik Kelambu (1983). Selanjutnya, tiga Piala  Citra diperolehnya sebagai Sutradara Terbaik dalam film Rembulan dan Matahari (1980), Kembang Kertas (1985), dan Kodrat (1987). Tahun 2015, dirinya membawa pulang Piala Citra dalam nominasi Pemeran Pendukung Pria Terbaik.

"Jangan heran kalau saya sering dapat nominasi. Kalau sekarang kembali masuk nominasi, saya kira wajar saja. Saya selalu bekerja dengan penuh konsentarasi, dan kecintaan. Jika saya bisa menciptakan sesuatu, ciptaan saya jangan sampai membuat masyarakat bodoh," katanya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT