Bondan Winarno Pernah Berpesan Minta Jenazahnya Dikremasi

Managing Director Paramount Land, Andreas Nawawi, menandatangani prasati pembangunan pusat kuliner Semarang Satoe bersama Bondan Winarno (Istimewa)

Oleh: Bayu Marhaenjati / FMB | Rabu, 29 November 2017 | 13:46 WIB

Jakarta - Pakar kuliner Bondan Winarno, meninggal dunia akibat sakit jantung, di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jalan S Parman, Jakarta Barat. Sebelum meninggal, pelopor wisata kuliner dengan jargon "maknyus" ini pernah berpesan kepada keluarganya agar dikremasi.

"Pak Bondan sesuai dengan keinginan dia sebelum meninggal, beliau ingin dikremasi. Jadi kami akan kremasi dia," ujar anak kedua Bondan, Eliseo Raket Winarno, di Rumah Duka Rumah Sakit Harapan Kita, Jalan S Parman, Jakarta Barat, Rabu (29/11).

Dikatakan, pihak keluarga masih berembuk kapan Bondan akan dikremasi. "Belum tahu (kapan dikremasi). Karena ini masih baru sekali jadi kami belum rembuk keluarga. Saat ini, kita akan bawa ke tempat semayam dulu. Kita akan putusin apakah hari ini atau besok, tapi dia minta dikremasi," ungkapnya.

Ia menyampaikan, Bondan meninggal dunia dalam usia 67 tahun. Ia meninggalkan satu istri, dua putri dan satu putra.

"Meninggal dalam usia 67 tahun. Meninggalkan dua putri dan satu putra. Dia sekarang sedang diformalin, tidak lama kemudian akan dibawa ke tempat semayam, rumah duka," katanya.

Diketahui, mantan Pemimpin Redaksi Harian Sore Suara Pembaruan itu menghembuskan nafas terakhir akibat menderita penyakit jantung, sekitar pukul 09.30 WIB, di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jalan S Parman, Jakarta Barat, hari ini.

Almarhum sempat menjalani dua kali operasi jantung di RS Harapan Kita, sebelum akhirnya meninggal.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT