Praktisi Hukum Ingatkan Sarita soal UU ITE

Sarita Abdul Mukti. (Istimewa)

Oleh: Feriawan Hidayat / FER | Sabtu, 2 Desember 2017 | 17:20 WIB

Jakarta - Prahara rumah tangga Sarita Abdul Mukti dan pengusaha Faisal Haris yang menyeret nama artis cantik Jennifer Dunn disikapi oleh praktisi hukum, M Zakir Rasyidin.

Maklum saja, hampir setiap hari pemberitaan tentang kisruh rumah tangga mereka, menghiasi berbagai halaman media maupun layar kaca. Sarita bahkan tak segan menyertakan anaknya untuk tampil dalam berbagai acara televisi.

Menurut Zakir, apa yang dilakukan Sarita tidak salah namun juga belum tentu benar. Sebabnya, kata dia, setiap warga negara memang berhak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum, baik yang disampaikan tersebut merupakan masalah pribadi ataupun masalah yang berkaitan dengan kepentingan umum.

"Yang patut diingat, sepanjang yang disampaikan adalah fakta dan ada peristiwanya itu tidak apa-apa. Namun, akan menjadi sebuah tindak pidana manakala yang disampaikan tersebut tidaklah benar dan tidak berdasarkan fakta atau peristiwa hukum," ujar Zakir lewat sambungan telpon, Jumat (1/12) malam.

Sekjen Majelis Advokat Muda Nasional Indonesia (Madani) ini menambahkan, penyampaian informasi yang tidak benar dan dilakukan dengan unsur kesengajaan untuk mencemarkan nama baik seseorang melalui media seperti media online atau televisi bisa dijerat Pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Selain itu, lanjut Zakir, di samping Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang mengatur soal perbuatan tersebut, ada lagi pasal yang bisa menjeratnya. "Hal itu juga diatur pula dalam Pasal 310 dan Pasal 311 KUHP," tegasnya.

Oleh karena itu, Zakir berharap agar Sarita lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat di muka umum. "Menyampaikan pendapat di muka umum harus berhati-hati karena ada perangkat hukum yang mengatur soal itu. Jika yang disampaikan tidak benar dan hal itu tetap dilakukan, penting kiranya untuk dilakukan proses hukum agar menjadi pelajaran sosial baginya," kata pengacara Limbad ini.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT