Dewi Irawan Selalu Siap Terima Tawaran Dadakan

Dewi Irawan. (BeritaSatu Photo/Dina Fitri Anisa)

Oleh: Dina Fitri Anisa / FER | Jumat, 12 Januari 2018 | 17:51 WIB

Jakarta - Menjadi seorang aktris profesional, memang harus siap dengan segala situasi pekerjaan yang mereka jalani. Tak terkecuali, jika ada sebuah tawaran film dadakan dan harus diterima saat itu juga, walau dirinya belum mengetahui akan memainkan peran seperti apa. Itulah yang dialami artis senior, Dewi Irawan ketika pertama kali diajak bermain di film Silariang: Cinta yang [Tak] direstui.

Menurut Dewi, para produser film kerap menawari dirinya berakting ketika proses syuting akan segera dimulai. Ini bukanlah hal pertama yang dialaminya. "Kalau saya ditawarin peran pasti last minute. Film ini, sebelum besoknya mau syuting. Engak tahu ya mengapa, orang-orang datang pada last minute. Mungkin yang lain tidak ada yang mau, jadi saya," tuturnya sambil bercanda di kawasan Jakarta Selatan, belum lama ini.

Wanita yang sudah mengarungi dunia akting sejak 43 tahun lalu ini mengatakan bahwa, ketika mendapatkan tawaran mendadak, ia harus cepat beradaptasi untuk memerankan sebuah karakter. Hal itu juga yang harus dilakukan Dewi ketika harus memerankan seorang ibu berkarakter keras lantaran menganut adat istiadat Bugis-Makassar yang kuat.

"Awalnya saya sempat kaget ketika mengetahui, peran saya menggunakan bahasa dan dialek Makassar yang sangat kental. Mungkin mereka semua berfikir, kalau saya bisa belajar dengan cepat semua bahasa di Indonesia kali ya? Padahal saya cukup kebingungan saat itu," terangnya.

Namun siapa sangka, belajar kilat ala Dewi sepertinya sudah mampu menandingi mereka yang belajar berbulan-bulan. Semua akting yang diberikan terkesan sangat alami.

"Kami (aktris) biasanya memiliki cara masing-masing untuk bisa akting secara natural. Apabila akting menangis, biasanya saya mengumpulkan segala emosi, kenangan masa lalu, yang bisa membawa saya pada puncak emosi, yang hampir sama kejadianya dengan suatu adegan," terangnya.

Lantas, bagaimanakah artis yang pernah membawa pulang piala Citra, sebagai pemeran utama wanita terbaik (2014) ini, bisa terus eksis di kancah perfilman Indonesia? Tak banyak kata yang terungkap dari mulutnya. Menurutnya, hanya komitmen dan jalani semua dengan maksimal, itulah yang diperlukan.

"Cukup dengan komitmen, jika Anda telah mengambil sebuah pekerjaan. Kerjakanlah semua itu dengan sebaik mungkin. Biarkan orang lain yang ngomongin (menilai)," jelasnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT