Pelajar Asal DIY Raih Juara Asia Pacific Arts Festival

Pelajar Asal DIY Raih Juara Asia Pacific Arts Festival
Tarisa Galih Charity. ( Foto: Facebook )
Indah Handayani / FER Selasa, 6 Februari 2018 | 22:06 WIB

Jakarta - Prestasi luar biasa ditorehkan pelajar asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Tarisa Galih Charity, dalam pentas internasional. Pelajar yang duduk di kelas 2 IPA1 SMAN 11 Yogyakarta itu, berhasil mengharumkan nama Indonesia setelah berhasil meraih Gold Award dalam ajang Asia Pacific Arts Festival di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam ajang tersebut, gadis yang akrab disapa Icha itu bernyanyi membawakan lagu Dear Dream, sebuah komposisi yang diadaptasi dari lagu berjudul Janji Untuk Mimpi karya komposer Erwin Gutawa.

Menyabet gelar juara dan mengharumkan nama Indonesia dalam ajang tersebut bukan perkara mudah. Sebab, kontes yang mengangkat tema Youth Friendship For Peace itu diikuti berbagai negara dari kawasan Asia Pasifik.

Icha mengaku baru kali pertama mengangkat ajang tersebut. Rasa tidak percaya diri sempat menyelimuti hatinya menjelang pertandingan. Namun dengan semangat yang diberikan oleh sang kakak, dia akhirnya bangkit membangun rasa percaya dirinya untuk bernyanyi dan memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi tersebut.

"Saya sempat tidak menduga dan kaget bisa menjadi juara Gold Award dalam ajang tersebut. Terlebih melihat lawan-lawan yang berasal dari berbagai negara," ungkap Icha yang merupakan putri ketiga dari Guru Besar Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Mudrajad Kuncoro PhD kepada Investor Daily melalui sambungan telepon, Selasa (6/2) malam.

Gadis yang menyukai penyanyi Ariana Grande itu mengaku semakin bersemangat untuk menekuni dunia tarik suara. Namun, dia tidak akan meninggalkan urusan sekolah. "Saya akan menjalani keduanya bersamaan," papar Icha yang juga latihan vokal dan gitar di Purwacaraka.

Sementara itu, Prof Mudrajad mengaku sempat tidak menduga dengan prestasi yang telah ditorehkan sang putri. Ketika berpamitan untuk mengikuti ajang tersebut, dia langsung mengizinkan dan mempercayakan anak tertuanya untuk mendampingi Icha.

"Saya tidak pernah menyangka Icha akan keluar sebagai juara dan mengharumkan nama DIY dan Indonesia dalam forum internasional. Semoga ini menjadi The First Milestone dalam perjalanan hidupnya," ucap Prof Mudrajad.

Hal itu, lanjut Prof Mudrajad, dikarenakan bernyanyi merupakan bakat terpendam Icha. Terlebih, latihan vokal yang dilakukan Icha terbilang masih sangat baru atau kurang dari satu tahun. Prof Mudrajad mengatakan, sebagai orang tua memang perlu mengenali dan mengarahkan bakat atau talenta anak-anaknya. Meski terkadang caranya mengenali bakat tersebut terjadi secara tidak sengaja.

"Hal itu juga yang dilakukan oleh ibu saya. Yang menemukan bakat saya menulis adalah ibu saya. Kala itu ibu berkomentar saat tulisan pertama saya keluar di koran. Dia mengatakan kalau saya yang menulis dia jadi mengerti tentang ekonomi dan meminta saya untuk menekuninya. Akhirnya itu pun terbukti hingga saat ini saya pun sudah membuat 45 buku yang dihasilkan dan ratusan artikel yang telah saya lahirkan," kata dia.



Sumber: Investor Daily