Upaya Citra Prima Menjaga Budaya dengan Mantra

Upaya Citra Prima Menjaga Budaya dengan Mantra
Artis Citra Prima. ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Kamis, 6 Desember 2018 | 17:59 WIB

Jakarta - Mantra dikenal sebagai kumpulan kata-kata yang dipercaya mempunyai kekuatan mistis atau gaib, dan biasanya diucapkan oleh paranormal atau 'orang pintar' untuk berbagai keperluan. Semisal, mantra untuk mengusir hantu, sampai mengobati orang sakit.

Aktris yang juga paranormal, Citra Prima (40), memiliki cara sendiri untuk menggunakan mantra, yaitu untuk menjaga warisan budaya Indonesia. Di industri hiburan yang semakin berkembang, ia kerap kali menulis dan menciptakan mantranya sendiri, seperti dua sekuel film horor Mata Batin yang menghadirkan sekiranya lebih dari lima mantra.

"Kenapa kita tidak angkat sendiri budaya dari Indonesia, yang mana kita sendiri tahu Nusantara ini memiliki banyak sekali budaya yang sudah lama terkubur. Hal ini saya sengaja berikan, agar generasi penerus Indonesia bisa melihat kekayaan budayanya nanti," jelas Citra, saat jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat.

Dirinya semakin yakin untuk melestarikan budaya Nusantara dengan mantra yang dipublikasikan melalui sarana hiburan, yang mengerucut pada pengertian film horor Indonesia bukan sekedar hantu semata. Hal itu dikarenakan, saat ini di tengah perkembangan zaman, ia melihat generasi muda seolah acuh tak acuh tentang detail budaya aslinya.

"Ini tanggung jawab kita, untuk mengulik akar budaya kita sendiri. Itu yang membuat kita kuat menjadi sebuah bangsa," jelas penulis buku In the Sea of Stars: Evolusi Jiwa ini.

Citra menjelaskan, mantra itu sebenarnya bahasa lain atau sama kurang lebih seperti doa dalam istilah religi. Namun, kata-kata itu tercipta karena perwujudan dari untaian kalimat yang memiliki energi di karenakan fokusnya terhadap tingkatan spiritual.

Menurutnya tidak ada masalah untuk mengkolaborasikan mantra demi kebutuhan industri hiburan. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah, matra dibuat dengan sungguh-sungguh, agar tidak menimbulkan persoalan yang runyam. Ia meyakini, profesi apapun itu adalah tanggung jawab yang harus diemban, terlebih ia membawa 'sesuatu' dengan konten energi yang besar.

"Saya membuat dengan bahasa sansekerta kuno untuk menciptakan 5 mantra. Untuk membuka mata batin, serta membuka dan menutup portal gaib, dibalik penciptaannya banyak hal unik. Saya semalaman tidak tidur, dan mencoba menjalin koneksi dengan beberapa goddess (dewi-dewi) dari perwakilan tujuh arah mata angin untuk memberikan kontribusi dalam membuat mantra ini. Jujur, saya hanya sebagai media untuk menuliskan pendapat mereka agar bisa dibaca dan dipahami. Secara wangsit dan energi, tentu bukan dari saya," tukasnya.



Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE