Rahmad Darmawan (RD) dan Jacksen F Tiago.

Malang - Meski saat ini telah memimpin latihan Timnas guna dalam rangka persiapan menjamu tim dari Arab Saudi di ajang kualifikasi Piala Asia, pada 25 Maret mendatang, Rahmad Dharmawan atau kerap disapa RD tetap berstatus sebagai pelatih Arema 'Cronous' Indonesia.

Sementara itu tim Singo Edan sambil menunggu kedatangan RD di Malang guna mempersiapkan diri tandang ke kubu Persib Bandung, Kurnia Meiga dan kawan-kawan (dkk) akan dilatih oleh lima orang asisten pelatih.

"Selain melatih Timnas, RD sampai saat ini tetap pelatih Arema Indonesia. Walaupun pelatihan sementara ditangani asisten pelatih, namun komunikasi dengan RD wajib dilakukan,” ujar Media Officer Arema Cronous, Sudarmaji kepada wartawan di Kota Malang, Selasa (19/3).

Menurut Sudarmaji, kehadiran RD di tengah-tengah tim Arema diakuinya memiliki pengaruh psikologis yang tinggi. Namun asisten pelatih yang terdiri dari lima orang yang semuanya sudah diberi program, dan selalu berkomunikasi langsung dengan RD, masih konsisten untuk mengantarkan Arema Indonesia mengincar posisi puncak.

“Kami optimis RD juga tidak akan ingin prestasi Arema merosot, apalagi trend Arema kini terus merangkak naik,” ujar mantan wartawan itu. Terkait laga lawan Persib Bandung, manajemen Arema berharap RD bisa kembali untuk memimpin latihan tim. Sebab berdasarkan info yang diterima oleh manajemen Singo Edan, Rahmad Dharmawan hanya diberi tugas untuk memimpin persiapan skuad Garuda melawan Arab Saudi.

“Betul. Sejauh ini, info yang kami terima RD hanya fokus di laga Timnas Indonesia melawan Arab Saudi, pasca itu belum dibicarakan. Kami juga bersyukur karena pertandingan lawan Persib mundur pada 4 Mei mendatang. Jadi kemungkinan besar RD sudah kembali ke Arema,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu asisten pelatih Arema Indonesia, Satriya Baja secara terpisah mengungkapkan, bahwa fisik dan level permainan, untuk tim sepakbola di Indonesia pada dasarnya tidak jauh berbeda. Yang sedikit membedakan biasanya pada semangat dan motivasi tim. Begitu juga saat Arema akan bertanding dengan Persib.

“Sepanjang pertandingan kedua tim harus konsentrasi penuh. Ini laga big match dan penuh gengsi. Tentunya, siapa yang lengah akan menanggung akibatnya, yakni kebobolan,” tandas Satriya sambil berharap, nantinya penampilan Kurnia Meiga dkk, saat laga tandang di Bandung, mampu menunjukkan kualitas terbaiknya. Tentunya Arema datang bukan untuk kalah," tambah Satriya.

 

Suara Pembaruan

Penulis: ARS/YUD

Sumber:Suara Pembaruan