Pengadilan setempat memerintahkan penangguhan pertandingan sepak bola persahabatan antara Brazil vs Inggris karena masalah keamanan.

Rio de Janeiro - Pertandingan persahabatan antara Timnas Brasil melawan Inggris, Minggu (2/6) terancam batal. Seorang hakim memerintahkan penundaan pertandingan persahabatan bergengsi tersebut menyusul kekhawatiran mengenai keamanan stadion Maracana.

Saat ini stadion legendaris tersebut masih dikebut pengerjaannya. Kondisi tersebut menyebabkan banyak puing-puing serta bahan bangunan yang berserakan di sekitar stadion. Aneka material tersebut dikhawatirkan menjadi senjata para penonton apabila terjadi kerusuhan.

Berita mengejutkan itu muncul setelah para pekerja membanjiri lokasi stadion, Kamis (30/5) kemarin. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk menyelesaikan pekerjaan akhir sebelum pertandingan Minggu (2/6) nanti.

Jika pada akhirnya laga persahabatan itu mendapatkan izin, kemampuan Brasil menyelenggarakan Piala Dunia menjadi makin diragukan. Ini karena pertandingan Brasil vs Inggris menjadi laga ujian menjelang putaran final Piala Dunia tahun depan.

Maracana sendiri memiliki kapasitas 79.000 tempat duduk. Stadion yang dibangun pada 1948 ini baru dibuka kembali bulan lalu setelah direnovasi selama dua tahun. Biaya renovasi tersebut menghabiskan dana £286 juta (Rp4,267 triliun).

Uji coba yang dilakukan pekerja konstruksi lokal sudah dilakukan akhir April lalu. Tapi uji coba kedua justru dibatalkan agar uji teknis lanjutan bisa dilakukan. Pihak Asosiasi Sepakbola Brasil diperkirakan naik banding menyusul keputusan tersebut. Keputusan tersebut diambil saat para pemain Timnas Inggris tengah berlatih di pantai Copacabana.

Kendati begitu pemerintah negara bagian Rio menegaskan bahwa pertandingan tersebut tetap bisa dilakukan sesuai rencana.

"Semua syarat keamanan yang diperlukan untuk pertandingan persahabatan antara Brasil melawan Inggris sudah terpenuhi. Karena kegagalan birokrasi, laporan dari pihak jaksa yang membuktikan bahwa tingkat keamanan di Maracana sudah sesuai dengan standar belum terkirim (kepada hakim," demikian bunyi pernyataan dari pemerintah negara bagian Rio.

Kendati begitu hakim Adriana Costa dos Santos menegaskan hal yang sebaliknya. "Kendati begitu banyaknya permintaan dari pihak jaksa, laporan tersebut tak sepenuhnya disampaikan," tegas dos Santos.

Penulis: Yudo Dahono/YUD

Sumber:The Sun