UEFA Pertimbangkan Kejuaraan "Liga Negara"

UEFA Pertimbangkan Kejuaraan
Timnas Inggris merayakan gol ( Foto: FA / FA )
Jaja Suteja / JAS Jumat, 11 Oktober 2013 | 17:28 WIB

Oslo - UEFA tengah mempertimbangkan untuk menggelar kejuaraan "Liga Negara" (Nations League) yang akan menggantikan partai uji coba dengan pertandingan yang kompetitif. Menurut koran Norwegia Dagbladet, rencana kejuaraan yang melibatkan timnas negara-negara Eropa ini masih "samar-samar" namun sebuah proposal kongkret untuk mengenalkan konsep ini sudah diajukan.

Dalam kejuaraan ini tim-tim bakal dibagi dalam dua divisi berdasarkan seeding. Mereka akan saling bertarung untuk promosi dan degradasi. Kejuaraan ini akan dimainkan dalam 10 matchday dan digelar antara Agustus dan Juni. Pemenang di divisi teratas berhak menyandang gelar juara.

Presiden Asosiasi Sepakbola Norwegia (NFF), Yngve Hallen membenarkan soal ide ini, "Ya benar, model kejuaraan seperti ini memang tengah didiskusikan."

Sementara Karl-Erik Nilsson, dari Asosiasi Sepakbola Swedia (SvFF), kepada Aftonbladet menyatakan ini ide menarik. "Seperti diketahui bersama sulit sekali membuat orang tertarik menonton partai persahabatan," kata Nilsson.

"Kini tengah dibahas soal kemungkinan memadukan babak kualifikasi seperti yang selama ini dikenal dengan format liga seperti ini, daripada cuma memainkan partai persahabatan. Ini untuk membuat orang lebih tertarik," dia menambahkan.

"Ide ini sangat layak dibicarakan namun kami juga bisa pastikan jika kejuaraan ini tak akan memengaruhi babak kualifikasi untuk Piala Eropa. Babak kualifikasi itu nomor satu dan menjadi prioritas utama," ujar Nilsson lagi.

Dia juga menekankan jika tujuan kejuaraan ini bukan untuk meningkatkan jumlah pertandingan internasional namun demi memberi kesempatan kepada para pemain untuk menambah jumlah pertandingan membela timnas dengan cara yang lebih menarik.

"Sejauh ini kami baru melihat satu presentasi verbal jadi sama sekali belum ada yang kongkret. Kami akan membahasnya secara seksama jika sudah menerima rancangan final. Namun reaksi awalnya positif. Menurut kami, membuat sesuatu menjadi lebih menarik bukanlah hal buruk," dia menambahkan.

Masalah pendapatan yang bisa diraup dari hak siar televisi juga menjadi pertimbangan tersendiri. "Suksesnya Liga Champions telah menginspirasi Liga Europa. Hal seperti ini juga bisa diterapkan pada Liga Negara," ujar Hallen.

Dia juga menekankan bahwa kompetisi baru ini akan melibatkan semua negara. Rencananya, total akan ada sembilan divisi. Ada juga yang berpendapat negara seperti San Marino, Andorra, dan Liechtenstein bakal diuntungkan karena cuma bertemu tim-tim yang levelnya hampir setara dengan mereka sehingga tak harus mengalami kekalahan dengan skor telak jika bertemu tim-tim kuat.

Namun Hellen juga menegaskan soal pasar memang penting, namun yang mereka utamakan adalah aspek sepakbola dan kompetisinya. "Semua negara punya kesempatan yang sama. Tak ada yang harus lolos untuk kejuaraan ini. Semua tim bermain sejak pertandingan pertama. Sistem kejuaraan ini juga harus mudah dipahami oleh publik. Itulah yang tengah digodok," papar Hellen.

Sumber: ESPN
CLOSE