Rahmad Darmawan.
Pelatih Indonesia Rahmad Darmawan memberikan intruksi kepada pasukan U-23.
Pelatih Indonesia Rahmad Darmawan turut berbaur bersama pasukan U-23.
RD merupakan sosok tegas dan berani.

Meski gagal meraih emas sepak bola SEA Games, Rahmat Darmawan (RD) tetap pelatih jempolan yang mampu membuat Indonesia muda bersinar pada SEA Games 2011.  Setidaknya, berkat RD, Indonesia memiliki pasukan muda yang siap menggantikan Firman Utina cs di tim senior.

RD merupakan sosok tegas dan berani. Dia tahu mana pemain yang dibutuhkan tim dan tidak. Bahkan, sebelum SEA Games digelar, RD tegas mencoret ikon timnas Irfan Bachdim, yang kerap mangkir.

RD pun berani membuang sejumlah muka-muka bule yang dinominasikan masuk ke dalam skuat timnas. Alhasil, Ruben Wuarbanaran, James Zaidan Saragih, Andrea bitar dan Kim Jeffrey terpaksa gigit jari.

Tak cuma itu, keputusannya kala menepis striker muda Penarol Syamsir Alam juga sempat membuat publik bingung. Padahal, dalam ujicoba, Syamsir bermain sangat gemilang.

Tapi, itulah RD, yang yakin dengan keputusannya.  Seseorang yang bebas dari intervensi 'politik' sepak bola.

Publik tak perlu menyalahkan RD akibat kegagalan ini. Sebab, SEA Games bukan akhir dari segalanya. Masih ada Asian Games, Olimpiade, dan Piala Dunia. Semoga, Indonesia dapat belajar banyak. Dan tidak cepat-cepat mendepak RD dari kursi kepelatihan.

Indonesia beruntung memiliki RD. Selain hebat memotivasi tim, RD juga punya memiliki pengalaman segudang. Serta, mampu mengubah pemain nakal menjadi jinak.

Karir RD

Karir kepelatihan RD dimulai pada 2000 silam. Kala itu, RD membuat Bayi Ajaib Persikota menjadi tim yang disegani, meski gagal menjuarai liga.

Tak berselang lama, RD mengantongi lisensi kepelatihan internasional di bawah Horst Kriete dan Bernd Fisher. Namun RD belum puas. Ia pun kembali menimba ilmu melalui COnditioning Coach of Football di Malaysia pada 2003.

Pada 2004, RD terbang ke Jerman, khusus untuk mengikuti Internasional Coaching Coach. Di negeri Adolf Hitler itu, RD menambah pengetahuannya soal sepak bola modern.

Sepulangnya dari Jerman, RD langsung menerapkan ilmunya di Persipura. Kala itu, Persipura yang panceklik gelar, kembali bangkit dengan meraih trofi juara musim 2005. Prestasi itu langsung melambungkan nama RD sebagai salah satu pelatih top nasional.

Kiprah RD berlanjut di Persija. Namun, di Tim Macan Kemayoran RD gagal total. Alih-alih merebut gelar juara liga, Persija justru terseok-seok di papan tengah liga.

Tapi, bukan RD namanya jika tak mampu bangkit. Kali ini, ia berjudi mempertaruhkan nama besarnya di Srwijaya FC. Perjudian itu pun berbuah manis. Tak tanggung-tanggung, RD langsung meraih double winner pada tahun pertamanya.

RD rupanya masih penasaran menukangi Persija. Bermodal sukses di Palembang, RD kembali ke ibu kota. Tetapi, lagi-lagi RD gagal mempersembahkan gelar juara bagi Persija. Mungkin RD memang tak ditakdirkan dengan mantan klubnya semasa muda dulu.

Atas prestasi itulah, RD diplot menukangi timnas U-23. Keputusan itu cukup tepat. Sebab, Indonesia muda mampu tampil memukau meski kembali gagal meraih emas yang diidam-idamkan sejak Sea Games 1991 lalu.

 
Berikut biodata Rahmat Darmawan:

BIODATA

Nama : Rahmad Darmawan
Lahir: Metro, Lampung, 26 November 1966

Karier Pelatih:
-Asisten Pelatih Timnas Piala Tiger 2002
-Pelatih Persikota 2003
-Pelatih Persipura 2005
-Pelatih Persija 2006
-Pelatih Sriwijaya FC 2007

Prestasi:
-Juara Liga Indonesia 2005 bersama Persipura
-Juara Copa Indonesia 2007 bersama Sriwijaya FC
-Juara Liga Indonesia 2007 bersama Sriwijaya FC

Penulis: /WBP