Suasana nonton bareng timnas Indonesia U-23 di media center Jakabaring, Palembang.
Populernya program pertandingan sepakbola masih berbanding kontras dengan persentase konsumsi program sport di TV yang pada kuartal ketiga 2011 hanya mencapai tiga persen.

Sepakbola tidak diragukan lagi sebagai olahraga terpopuler di Indonesia dan bisa disebut mampu menjadi pemersatu masyarakat, baik dari kelompok jenis kelamin, penghasilan, maupun usia yang berbeda.

Hal itu antara lain dibuktikan dari hasil survei Nielsen Indonesia selama kuartal ketiga 2011 di sembilan kota besar di Indonesia, dengan populasi televisi sejumlah 49,5 juta individu berusia 5 tahun ke atas. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa pertandingan Pra-Piala Dunia (PPD) 2014 tim nasional Indonesia melawan tim nasional negara-negara lain, menjadi acara televisi yang paling banyak ditonton. Data tersebut dipresentasikan dalam Nielsen's Marketing and Media Presentation di Jakarta, Kamis (1/12).

Dalam hasil survei itu, pertandingan-pertandingan sepakbola PPD 2014 Indonesia melawan Bahrain, Indonesia versus Iran, Indonesia lawan Tunisia, serta pertandingan persahabatan Indonesia lawan Palestina, termasuk dalam lima acara yang paling banyak ditonton oleh penonton berjenis kelamin pria dan wanita berusia 15 tahun ke atas. Keempat pertandingan itu juga menjadi program televisi yang paling banyak ditonton oleh penonton usia anak-anak dan rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah maupun menengah ke atas.

Kepopuleran program pertandingan sepakbola ini berbanding kontras dengan persentase konsumsi program sport di televisi, yang pada kuartal ketiga 2011 disebutkan hanya mencapai tiga persen. Ini masih jauh dibandingkan dengan jenis program yang lain seperti informasi dengan persentase 20 persen, atau program berita dengan  persentase 14 persen.

"Penduduk Indonesia dari semua tingkat penghasilan senang sekali menonton televisi, dan hampir semua atau 95 persen rumah tangga kelas menengah mempunyai televisi," kata Irawati Pratignyo, managing director media di Nielsen Indonesia.

Survei Nielsen itu juga menunjukkan bahwa televisi adalah sumber utama hiburan keluarga, dengan 96 persen rumah tangga kelas menengah tercatat menonton televisi setiap hari selama 4,5 jam rata-rata. "Program olahraga adalah yang paling populer, diikuti oleh seri drama dan berbagai jenis hiburan yang lain," ujar Irawati.

Penulis: /SES