Lawan Myanmar, Luis Minta Pendukung Tak Berharap Banyak

Timnas Indonesia U-22 menjalani sesi latihan menjelang pertandingan uji coba melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, 20 Maret 2017. (BeritaSatu Photo/Vento Saudale)

Oleh: Vento Saudale / HA | Selasa, 21 Maret 2017 | 04:53 WIB

Bogor - Tim nasional U-22 Indonesia akan melakukan pertandingan uji coba melawan Myanmar di Stadion Pakansari, Cibinong Bogor, Selasa (21/3) sore ini. Pelatih Luis Milla meminta pendukung tuan rumah tak berharap banyak dengan hasil yang diperoleh anak asuhnya dalam laga uji coba tersebut.

Menurutnya, timnas U-22 Indonesia masih dalam tahap konstruksi dan laga melawan Myanmar merupakan penjajakan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan anak asuhnya setelah dibentuk dan dibina kurang lebih satu bulan.

“Pertandingan cukup penting untuk membentuk tim. Jalan masih panjang dan laga melawan Myanmar bagian dari perjalanan panjang kami,” jelas Luis dalam jumpa pers di Hotel Aston, Sentul, Senin (20/3).

Pertandingan tidak akan mudah karena lawannya merupakan timnas senior Myanmar, ujarnya.

“Perlu saya ulangi, kami ini tim muda dan masih dalam tahap konstruksi. Kami juga akan melawan tim berpengalaman. Apapun hasilnya, saya berharap bersabar. Namun demikian, saya akan melakukan perlawanan yang terbaik,” jelasnya.

Ezra Walian
Luis mempersiapkan 26 nama untuk laga uji coba nanti. Daftar itu di luar Ezra Walian yang telat bergabung, namun berpeluang dimainkan. PSSI sendiri telah menerima salinan naturalisasi Ezra dari warga negara Belanda dan menjadi warga negara Republik Indonesia.

Luis juga menyampaikan kesiapan memainkan Ezra karena pemain U-19 itu dinilainya bisa masuk ke sistem permainan timnas U-22.

Gelandang Evan Dimas juga siap diturunkan dalam laga uji coba nanti. 

“Saya memang mengalami cedera saat seleksi terakhir sebelumnya. Kondisi saya sudah lebih baik saat ini. Kalau diturunkan, saya siap untuk melawan Myanmar,” kata Evan dalam sesi latihan di Stadion Pakasari.

Sementara soal lawan yang akan dihadapi, Evan mengaku sudah berkali-kali bertemu dengan timnas Myanmar di berbagai kesempatan.

“Saya sudah pernah bertemu Myanmar beberapa kali. Myanmar merupakan tim yang bagus. Kekuatan mereka terletak pada kecepatan. Mereka juga tim yang tak mau kalah, militan, dan ngotot dan kami harus mewaspadai,” jelas Evan.






Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT