Barito Putera Lepas Cunha Tanpa Minta Kompensasi

Manager Barito Putera, Hasnuryadi Sulaiman (kanan), saat jumpa pers di Stadion 17 Mei Banjarmasin, bersama Pelatih Jacksen Ferreira Tiago (ketiga kanan) dan Thiago dos Santos Cunha (kedua kanan), dan Media Officer Barito Putera, Verdy Bagus Hendratmoko, Minggu, 18 Juni 2017. (Barito Putera)

Oleh: Jaja Suteja / JAS | Senin, 19 Juni 2017 | 11:50 WIB

Banjarmasin - Manajemen PS Barito Putera akhirnya mengambil sikap soal pemain asingnya, Thiago dos Santos Cunha. Klub berjuluk Laskar Antasari itu ikhlas melepas Cunha sebelum kontraknya berakhir, tanpa embel-embel apa pun.

“Ya, kami putuskan untuk melepas Cunha tanpa jual-beli serupiah pun. Klub asal Thailand yang mengontrak dia (Cunha) sempat menawarkan semacam kompensasi, karena masa kontrak kan belum berakhir, tapi kami tetap pada keputusan tidak ada itu jual-beli, ganti-rugi dan sebagainya. Saya ucapkan terima kasih kepada Cunha atas apa yang sudah diberikan untuk Barito Putera. Semoga kariernya lebih baik lagi di klub barunya nanti,” ujar Hasnuryadi Sulaiman, Manager Barito Putera.

Hasnuryadi menyampaikan hal itu dalam sesi jumpa pers seusai laga Barito Putera vs Persib Bandung di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Minggu (18/06/2017) malam. Laga pekan ke-11 Liga 1 yang dimenangkan tuan rumah Barito Putera dengan skor 1-0 tersebut sekaligus menjadi pertandingan perpisahan bagi Cunha, yang malam itu bermain penuh selama 90 menit oleh pelatih Jacksen F. Tiago.

Jumpa pers yang juga dihadiri Cunha dan Jacksen Tiago itu pun mengakhiri spekulasi serta kejelasan status Cunha di tim Laskar Antasari. Sebelumnya striker asal Brazil sempat berulah melalui akun media sosialnya.

Pemain kelahiran 25 April 1985 itu secara blak-blakan buka kartu soal ketertarikannya menerima pinangan klub asal Thailand. Karuan saja postingan pesepakbola bertinggi badan 177 cm dan berat 69 kg itu sempat membuat geram manajemen Barito Putera.

Ancaman pencoretan pun sempat terlontar dari Hasnuryadi apabila Cunha tak segera menunjukkan iktikad baik dan keseriusan bermain bagi tim. Pasalnya, sejak mengalami cedera paha yang berujung kepulangan Cunha ke Brasil untuk pemulihannya, sang predator yang sejauh ini sudah menyumbangkan 2 gol untuk Barito Putera di Liga 1 itu tak kunjung masuk daftar skuat utama Laskar Antasari. Alhasil sikap Cunha itu sempat menuai kritikan bahkan kecaman dari para suporter setia Barito Putera.

“Sekarang saya harapkan persoalannya sudah jelas. Clear. Malam ini Cunha sudah membuktikan dia siap memberikan yang terbaik untuk Barito Putera. Seperti kita lihat sendiri tadi, meski tidak mencetak gol, penampilan Cunha cukup merepotkan barisan pertahanan Persib,” papar Hasnuryadi.

“Satu hal lagi yang perlu saya tegaskan, Barito Putera itu konsepnya kekeluargaan. Sekali keluarga, selamanya dan sampai kapan pun tetap keluarga. Ini juga berlaku kepada Cunha,” tegas Hasnuryadi.

Ditanya apakah melepas Cunha saat putaran pertama Liga 1 belum berakhir tidak merupakan suatu kerugian besar, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar yang juga putera mendiang pendiri Barito Putera Haji Abdussamad Sulaiman HB itu sontak menggelengkan kepala sambil tersenyum.

“Oh tidak, kami tidak hitung persoalan materi. Seperti sudah saya tegaskan tadi, Barito Putera ini didirikan oleh almarhum ayahanda saya dengan konsep kekeluargaan dan semangat kecintaan. Kecintaan terhadap sepakbola dan kecintaan kepada masyarakat Banua,” terang Hasnuryadi.

Namun Hasnuryadi tak menampik kemungkinan Barito Putera segera mencari pengganti Cunha, sosok striker yang mampu menjalankan tugas menjadi target man.

“Jendela transfer kan masih terbuka hingga menjelang putaran kedua Liga 1. Pasti adalah pemain yang sudah diincar, yang insya Allah secara kualitas tidak kalah jika dibandingkan dengan Cunha. Tapi semuanya kami percayakan sepenuhnya kepada Coach Jacksen. Yang penting dan mendesak diselesaikan adalah persoalan Cunha dulu, karena tanggal 3 Juli mendatang dia harus segera teken kontrak dengan klub barunya,” pungkas Hasnuryadi.

Mendapat mandat tersebut, Jacksen kepada wartawan menegaskan dirinya merupakan bagian dari Barito Putera. “Apa yang sudah Pak Hasnuryadi sampaikan dan apa yang sudah teman-teman dengar sendiri ini menurut saya adalah keputusan yang terbaik buat semua,” kata mantan pelatih Persipura Jayapura ini.

“Saya siap menjalankan tugas dengan berbagai kondisi dan kesulitan yang ada hingga saat ini. Komitmen saya tetap sebagaimana ketika kali pertama saya tiba di Banjarmasin, saya ingin mengangkat prestasi Barito Putera ke posisi tertinggi persepakbolaan di Indonesia,” ucap Jacksen.

Kondisi cukup sulit memang tengah mendera Barito Putera. Tim kebanggaan orang Banua ini kerap tampil minus striker di Liga 1. “Yongki Aribowo dan Agi Pratama kondisinya belum seratus persen siap diturunkan, itu pun mereka sesungguhnya bukan striker murni,” kata Jacksen lagi.

“Meski dengan kondisi yang ada sekarang masih bisa bersaing dengan tim-tim lain di Liga 1, kami tetap memerlukan kehadiran seorang striker yang bisa diandalkan menjadi target man,” tutur Jacksen lebih jauh.

Suasana jumpa pers menjadi semakin hening saat Thiago Cunha mendapat kesempatan berbicara. Striker kidal berambut ikal itu berbicara terbata-bata dalam bahasa Portugis yang kemudian diterjemahkan oleh Jacksen Tiago ke dalam bahasa Indonesia.
“Saya hampir tidak bisa berkata apa-apa lagi. Terima kasih kepada Barito Putera, terima kasih juga kepada para suporter setia Barito Putera. Saya pun sangat respek kepada Pak Hasnuryadi. Jarang sekali ada orang yang bisa mengambil keputusan seperti beliau,” kata Cunha.

Kendati tak lagi berseragam Barito Putera, Cunha mengajak para pendukung setia Laskar Antasari bersikap sebagaimana ditunjukkan saat tim kesayangan menjamu Persib Bandung, Minggu malam.

“Stadion penuh suporter, dan terbukti Barito Putera bisa menampilkan permainan berbeda. Dukungan suporter seperti ini akan sangat membantu Barito Putera untuk bisa bersaing dengan tim mana pun,” tandas Cunha.

Thiago dos Santos Cunha mengawali kiprahnya di Barito Putera pada April 2017 lalu. Dalam debutnya ketika Barito Putera melakoni laga uji coba persahabatan kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalata Mattoangin, Cunha sukses mencetak satu gol plus satu assist. Barito Putera pun berhasil menahan imbang tuan rumah 2-2. Di Liga 1, Cunha tercatat baru tiga kali membela Laskar Antasari dengan torehan sementara dua gol.

Sebagai catatan, laga Barito Putera vs Persib Bandung di Stadion 17 Mei Banjarmasin disaksikan oleh 9.124 penonton. Itu merupakan rekor jumlah penonton terbanyak sejak dihelatnya Liga 1.

Yang menarik, ratusan Bobotoh Persib Bandung tampak hadir ke stadion tanpa memakai atau membawa atribut kebesaran klub maupun The Viking, sebagai konsekuensi dari sanksi yang diberikan oleh PT Liga Indonesia Baru.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT