Buntut Tendang Suporter, Evra Dipecat Marseille

Pemain Marseille, Patrice Evra (kiri), dibawa rekan-rekan setimnya setelah menendang penonton sebelum laga Liga Europa di kandang Vitoria Guimaraes, Stadion D. Afonso Henriques, 2 November lalu. (AFP PHOTO)

Oleh: Gusti Lesek / JAS | Senin, 13 November 2017 | 09:30 WIB

Marseille - Nasib buruk menimpa Patrice Evra. Ia langsung dipecat oleh klubnya, Marseille setelah UEFA menjatuhkan sanksi melarang dia bermain hingga Juni 2018.

UEFA menjatuhkan sanksi berupa larangan bermain untuk mantan pemain Manchester United itu setelah dia menendang pendukung timnya sendiri.

Mantan kapten Timnas Prancis itu dipecat akibat tindakannya pada pertandingan kualifikasi Liga Europa antara Marseille di kandang klub Portugal, Vitoria Guimaraes, pada 2 November lalu. Saat itu, karena emosi, Evra menendang salah satu penonton. Evra mengaku hal itu dilakukan karena sang penonton mengejek dan melecehkan dirinya.

UEFA memberikan sanksi berdasarkan Pasal 15. Evra dianggap melakukan tindakan tidak terpuji dan melarang dia bermain hingga Juni 2018. Marseille langsung merespons sanksi UEFA tersebut dengan menghentikan kontrak Evra.

Klub Marseille membuat pernyataan dalam situs resmi mengatakan, "Patrice Evra telah menjadi teladan di lapangan dan di ruang ganti. Dia memainkan peran penting dalam menghidupkan kembali tim dan dalam peningkatan prestasi.”

"Namun, pada tanggal 2 November di Guimaraes dia melakukan tindakan yang tidak dapat diperbaiki dengan menanggapi provokasi dari beberapa individu.”

"Tidak ada yang membenarkan reaksi seperti itu, terutama dari pemain senior yang sikapnya baik di dalam maupun di luar lapangan harus menginspirasi pemain muda.”

"Dalam konteks itu, kondisinya tidak lagi tepat bagi Patrice Evra untuk menyelesaikan misinya di sini dengan ketenangan atau, yang terpenting, efektif.”

"Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kerja sama dengan persetujuan bersama.”

"Insiden ini juga menyoroti sikap yang tidak dapat diterima dari sejumlah kecil orang yang mengucapkan penghinaan dan ancaman kekerasan terhadap pemain dan keluarganya sebelum mereka berhambur ke lapangan.”

"Perilaku seperti itu, yang membuat klub dikenai sanksi, tidak memiliki tempat di tribune stadion sepak bola dan di Marseille pada khususnya."

Presiden Marseille, Jacques-Henri Eyraud menambahkan, "Hari ini, ada kesedihan. Patrice Evra, yang jelas mengerti semua konsekuensi tindakannya dan tidak lagi dapat bermain bersama di Olympique de Marseille.”

Pemilik Marseille Frank McCourt menggambarkan perilaku Evra sebagai "tidak dapat diterima" dan "bukan sesuatu yang bisa ditoleransi."

Sementara penggemar mengangkat spanduk raksasa sebelum pertandingan hari Minggu lalu melawan Caen berisi tulisan, "Kami tidak menginginkan Anda dalam warna kami lagi. Evra tersesat. "

UEFA juga menjatuhkan denda untuk Marseille sebesar € 25.000 karena massa pendukung mereka masuk ke lapangan, memicu munculnya banyak kembang api dan kerusakan.




Sumber: Sky Sports
ARTIKEL TERKAIT