Kubu Bhayangkara FC Ingin Polemik Gelar Juara Liga 1 Diakhiri

Penyerahan tropi Juara Liga 1 kepada Bhayangkara FC, usai laga pamungkas melawan Persija Jakarta, Minggu malam, 12 November 2017. (Suara Pembaruan/Mikael Niman)

Oleh: Mikael Niman / CAH | Senin, 13 November 2017 | 20:18 WIB

Bekasi - Bhayangkara FC menjadi jawara Liga 1‎ musim kompetisi 2017. Kepastian tim berjuluk "The Guardian" ini sebagai kampium Liga 1, sudah terjadi saat laga pekan ke-33.

Hasil akhir, Bhayangkara FC berada di puncak klasemen dengan hanya keunggulan head to head atas Bali United. Namun kemenangan Bhayangkara ini tidak akui oleh penggawa Bali United. Termasuk, masih saja ada protes dari tim yang berjuluk Laskar Tridatu ini. Hal ini tidak lepas dari pemberian kemenangan WO kepada Bhayangkara atas Mitra Kukar 3-0. 

Padahal hasil pertandingan ketika itu imbang 1-1. Namun Komdis PSSI kemudian memberikan kemenangan WO kepada Bhayangkara lantaran Mitra Kukar memainkan pemain yang terkena skorsing yakni Sissoko.

Wajar jika kemudian keputusan PSSI tersebut mengundang reaksi khususnya dari para pemain Bali United. Pasalnya, keduanya tengah bersaing ketat dalam perebutan gelar juara.

Irfan Bachdim, salah satunya. Pemain yang pernah mengenakan jersey tim nasional dan pemain naturalisasi ini berteriak kepada suporter Bali United usai pertandingan terakhir, pekan ke-34, kemarin. Saat itu, Bali United mengandaskan Gresik United dengan 3-0 di kandang Bali United.

"Seluruh Indonesia tahu, Bali United adalah juara sesungguhnya," kata Irfan yang disambut sorakan gemuruh ribuan suporter‎ Bali United.

Padahal, Minggu (12/11) malam, perwakilan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, yang diwakili oleh Risha Waidjaya (CEO PT LIB) dan Togor Shalomboboy selaku COO PT LIB, menyerahkan tropi Champions  Liga1 musim 2017.

Jelas apa yang dilakukan pemain Bali direspons kubu Bhayangkara.

"Fakta-fakta ini apa dikesampingkan begitu saja. Irfan justru berkoar-koar bukan layaknya pemain profesional yang menjunjung tinggi sportivitas. Bisa dibilang, Irfan tidak dewasa dan tidak mau menerima kekalahan bahwa timnya hanya runner up musim ini," kata Corporate Secretary Bhayangkara FC, Rahmad Sumanjaya.

Rahmad menambahkan, di kompetisi musim ini Bali United tidak pernah menang melawan Bhayangkara FC. "Di kandang Bali, kami menang 3-1. Sedangkan di kandang kami, Stadion Patriot, kami menang, 3-2. Lalu di mana unggulnya Bali dari kami musim ini," beber Rahmad.

Rahmad berharap, polemik tentang juaranya Bhayangkara FC musim kompetisi ini, segera diakhiri. Sebab, muara kompetisi adalah membangun tim nasional.

"Irfan malah mengancam mogok. Apakah ini sikap seorang pemain profesional dan nasionalis. Padahal dia kan dinaturalisasi untuk membela merah putih. Kami sangat prihatin dengan pernyataan Irfan Bachdim usai tim kami Bhayangkara FC juara. Menurut kami, Irfan harus legawa dan ternyata itu belum dilakukannya dan justru mengumbar statemen ataupun perkataan negatif di media," imbuhnya.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT