Timo Scheunemann.
Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI Timo Scheunemann (kiri) dan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. (premierleague.co.id)
Kurikulum ini merupakan kompilasi dari berbagai ilmu sepak bola yang diaplikasikan di seluruh dunia.

Indonesia akhirnya memiliki panduan pembinaan sepak bola nasional untuk segala kelompok usia. Direktur pembinaan usia muda Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI), Timo Scheunemann, menyerahkan kurikulum pembinaan sepak bola nasional pada ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin, hari ini di Jakarta.

Timo mengatakan kurikulum ini merupakan kompilasi dari berbagai ilmu sepak bola yang diaplikasikan di seluruh dunia sehingga kurikulum tersebut merupakan kurikulum sepak bola universal.

“Ilmunya bukan dari saya. Ini adalah pengetahuan sepak bola universal modern. Semua digabung kemudian diadaptasi sesusai kondisi Indonesia agar bisa diadopsi oleh pelaku sepak bola nasional,” ujar Timo, hari ini.

Kurikulum ini mengadopsi 45 halaman dari kurikulum sepak bola milik Federasi Sepak bola Amerika Serikat (USSF). Panduan yang disusun Timo ini terdiri dari 278 halaman itu dibagikan secara gratis dan tidak diperjual belikan itu resmi diluncurkan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, hari ini.

Pelatih keturunan Jerman tersebut membutuhkan waktu lima bulan untuk menyusun panduan ini.

“Sekarang tugas saya selesai. Sekarang tinggal bagaimana federasi dan juga pelaku sepak bola nasional mengimplementasi kurikulum ini,” imbuh Timo lagi.

PSSI menyambut gembira selesainya panduan pembinaan ini. Djohar mengatakan panduan ini akan membawa sepak bola Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Kami sudah lama menginginkan panduan seperti ini agar pembinaan  sepak bola di tanah air bisa lebih fokus. Semoga dengan dirilisnya kurikulum ini, sepak bola Indonesia bisa menuju kea rah yang lebih baik,” ujar Djohar.

Kurikulum ini sendiri disebarluaskan secara gratis dan bisa diunduh di situs resmi PSSI, situs resmi Indonesia Premier League, dan situs milik Timo.

Penulis: