Seorang warga mengamati puing-puing rumah yang roboh akibat angin puting beliung yang melanda pulau Kelapa, Kec, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. FOTO :  Joanito De Saojoao/SUARA PEMBARUAN
Seorang warga mengamati puing-puing rumah yang roboh akibat angin puting beliung yang melanda pulau Kelapa, Kec, Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. FOTO : Joanito De Saojoao/SUARA PEMBARUAN
Menurut Kepala BPBD Pemprov DKI, survei awal yang mengatakan bahwa para korban membutuhkan dana hingga Rp 8 miliar tidaklah benar.

Bantuan berupa dana tunai sebesar Rp 3 miliar telah diserahkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kepada korban  bencana puting beliung di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov DKI, Arfan Arkili mengatakan, dana tersebut telah diserahkan pekan ini kepada pejabat bupati setempat. "Semua dana sekarang sudah ada di sana," ujar Arfan, ketika ditemui di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/2).

Menurut Arfan pula, survei awal yang mengatakan bahwa para korban membutuhkan dana hingga Rp 8 miliar, tidaklah benar. "Survei yang dilakukan sebelumnya tidak profesional. Maka dari itu, kita turunkan tim dari kita, dan menemukan fakta bahwa dana (kebutuhan) sebenarnya hanyalah Rp 3 miliar," jelasnya.

Disebutkan Arfan, para korban puting beliung saat ini telah kembali beraktivitas seperti biasanya. "Kebanyakan warga berprofesi sebagai pelaut. Sehingga mereka pun sampai sekarang masih beraktivitas, dengan melihat kondisi alam," jelasnya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan bencana yang akan datang, Arfan mengatakan bahwa pihaknya menyarankan agar disediakan cadangan logistik di salah satu pulau di Kepulauan Seribu. Penempatan tersebut dimaksudkan agar jika terjadi bencana, distribusi bantuan logistik tidak sampai mengalami keterlambatan.

"Kita tidak dapat memprediksikan angin yang akan datang. Namun antisipasi bantuan logistik harus tetap disediakan untuk warga setempat," ujarnya.