Peluang calon gubernur DKI Jakarta untuk bisa dipilih dalam pemilihan gubernur yang sedianya akan dilaksanakan pertengahan tahun 2012 ini sangat kecil.
Saking kecilnya Tjipta Lesmana, pakar Komunikasi Politik UI bahkan menasihati agar calon gubernur dan wakil gubernur independen tersebut tidak banyak berharap untuk lolos.
Berdasarkan pengalaman di pemilihan gubernur DKI tahun 2004, Tjipta mengatakan bahwa calon gubernur DKI yang akan terpilih nantinya adalah calon yang memiliki modal dan pemodal besar.
"Anda tahu, Fauzi Bowo untuk bisa menang dalam pemilihan periode lalu dananya itu Rp 1 triliun, dari mana itu dari para pengusaha, cukong yang ingin mendapatkan proyek dan fasilitas di Jakarta, makanya lihat saja jalan di Sudirman baru beberapa lama sudah dibongkar pasang sebanyak lima kali, itu proyek," kata Tjipta di Jakarta Sabtu (18/2).
"Jadi jangan mimpi kalau tidak punya duit bisa menjadi gunernur," kata Tjipta.
Tjipta sendiri hingga saat ini belum bisa memprediksi siapa calon gubernur DKI yang kemungkinan akan terpilih.
"Tergantung Golkar, PDIP, Demokrat calonnya siapa," kata Tjipta.
Namun, secara tokoh integritas, kecakapan dan tingkat kebersihan Tjipta mengatakan bahwa Faisal Basri, salah satu calon independen gubernur DKI adalah salah satu calon yang layak untuk terpilih.
"Tapi sekali lagi dalam pertarungan kursi gubernur DKI sulit, bagaimana pun politik butuh dukungan dana raksasa," kata Tjipta.
Begitu juga dengan Joko Widodo, Walikota Solo, juga dia sebut bagus.
"Tapi untuk Joko Wi, peluang dia untuk di Jakarta nol persen, sudah urus aja itu Solo," kata Tjipta.
Menurut Tjipta, Joko Wi tidak paham dan tidak akan pernah bisa memimpin Jakarta.
"Dia orang Jawa, masalah Solo tidak sama dengan Jakarta makanya sekali lagi saya bilang peluang dia nol persen," kata Tjipta.





