Pengamat Politik Tjipta Lesmana (kiri) bersama (dari kiri), Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia Valina Singka dan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi saat menjadi nara sumber dalam seminar nasional di Jakarta, Rabu (1/12). Tjipta Lesmana meragukan kebersihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena masih ragu memecat Anas Urbaningrum
Pengamat Politik Tjipta Lesmana (kiri) bersama (dari kiri), Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Sidin, Dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia Valina Singka dan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas'udi saat menjadi nara sumber dalam seminar nasional di Jakarta, Rabu (1/12). Tjipta Lesmana meragukan kebersihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, karena masih ragu memecat Anas Urbaningrum (sumber: Antara)
Jangan banyak berharap untuk lolos

Peluang calon gubernur DKI  Jakarta untuk bisa dipilih dalam pemilihan gubernur yang sedianya akan  dilaksanakan pertengahan tahun 2012 ini sangat kecil.

Saking kecilnya Tjipta Lesmana, pakar Komunikasi Politik UI bahkan menasihati agar calon gubernur dan wakil  gubernur independen tersebut tidak banyak berharap untuk lolos.

Berdasarkan pengalaman di pemilihan gubernur DKI tahun 2004, Tjipta mengatakan bahwa calon gubernur DKI yang akan terpilih nantinya adalah calon yang memiliki modal dan pemodal besar.


"Anda  tahu, Fauzi Bowo untuk bisa menang dalam pemilihan periode lalu dananya  itu Rp 1 triliun, dari mana itu dari para pengusaha, cukong yang ingin  mendapatkan proyek dan fasilitas di Jakarta, makanya lihat saja jalan  di Sudirman baru beberapa lama sudah dibongkar pasang sebanyak lima  kali, itu proyek," kata Tjipta di Jakarta Sabtu (18/2).

"Jadi jangan mimpi kalau tidak punya duit bisa menjadi gunernur," kata Tjipta.

Tjipta sendiri hingga saat ini belum bisa memprediksi siapa calon gubernur DKI yang kemungkinan akan terpilih.

"Tergantung Golkar, PDIP, Demokrat calonnya siapa," kata Tjipta.

Namun,  secara tokoh  integritas, kecakapan dan tingkat kebersihan Tjipta mengatakan bahwa  Faisal Basri, salah satu calon independen gubernur DKI adalah salah satu  calon yang layak untuk terpilih.

"Tapi sekali lagi dalam pertarungan kursi gubernur DKI sulit, bagaimana pun politik butuh dukungan dana raksasa," kata Tjipta.

Begitu juga dengan Joko Widodo, Walikota Solo, juga dia sebut bagus.

"Tapi  untuk Joko Wi, peluang dia untuk di Jakarta nol  persen, sudah urus aja itu Solo," kata Tjipta.

Menurut Tjipta, Joko Wi tidak paham dan tidak akan pernah bisa memimpin Jakarta.

"Dia orang Jawa, masalah Solo tidak sama dengan Jakarta makanya sekali lagi saya bilang peluang dia nol persen," kata Tjipta.