Suasana kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Kramat Jati, Jakara Timur, akibat banjir.
Suasana kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Kramat Jati, Jakara Timur, akibat banjir. (sumber: Urip Arpan/Beritasatu TV)
"Jadi yang tadi dilaporkan wali kota, kita diminta untuk segera bersama dengan Dinas PU DKI Jakarta dan Dinas PU Pusat untuk menormalisasi."
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memfokuskan penanganan normalisasi di beberapa titik sungai di Jakarta, untuk menangani permasalahan banjir kiriman dari beberapa daerah penyangga ibu kota.

"Jadi yang tadi dilaporkan wali kota, kita diminta untuk segera bersama dengan Dinas PU DKI Jakarta dan Dinas PU Pusat untuk menormalisasi," kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke) di kantornya, Jakarta, hari ini.

Dia menjelaskan, normalisasi tersebut bisa dimulai dari Pondok Labu hingga Petogogan. Namun, terangnya, untuk di Petogogan memang akan sulit dilakukan karena berada dalam aliran yang sama yakni Sungai Krukut.
 
Sementara di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, normalisasi diarahkan ke hulu, meliputi kawasan Tarakanita dan lain sebagainya.
 
"Dan yang lebih parah, di belakang Tarakanita itu (lebar) kalinya tinggal empat meter, sehingga tidak mempercepat aliran Kali Krukut ini ke hilir, ke utara," jelasnya.
 
"Normalisasi itu lebih kita dahulukan. Sampai nyebrang ke Gatot Subroto. Itu akan segera diinvetarisir dan kalau bisa secepatnya kita akan  percepat normalisasinya. Tentu lagi-lagi yang fisiknya dari pemerintah  pusat," tandas dia.