Ilustrasi taat pajak
Keempat pajak yang tidak terealisasi adalah pajak air bawah tanah, hiburan, reklame, dan parkir.

Adanya tiga jenis pajak daerah yang tidak tercapai dalam tahun anggaran 2011, membuat DKI Jakarta harus bekerja keras untuk meningkatkan pendapatan asli daerahnya (PAD) tahun ini. Keempat pajak yang tidak terealisasi adalah pajak air bawah tanah, hiburan, reklame, dan parkir. Diharapkan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk lebih aktif dalam meneliti PAD yang telah tercapai.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo (Foke), mengatakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2011, beberapa penerimaan pajak daerah sudah melampaui target. Namun, tetap masih ada yang belum tercapai, sehingga harus dikejar dan diharapkan bisa lebih baik di tahun ini.

"Realisasi penerimaan pajak yang belum memenuhi target harus dikejar. Jangan sampai tidak tercapainya realisasi tiga pajak daerah tersebut terulang dalam penyelenggaraan keuangan 2012," kata Foke, saat Sidang Paripurna Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APDB DKI Jakarta 2011, Senin (9/7).

Penerimaan pajak yang tidak mencapai target pada 2011 yakni pajak air bawah tanah yang hanya tercapai Rp114,44 miliar, pajak hiburan sebesar Rp296,52 miliar, pajak raklame sebesar Rp269,67 miliar, dan pajak parkir sebesar Rp158,26 miliar.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Ferrial Sofyan, mengatakan komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi Pajak Daerah, Retribusi Daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta lain-lain PAD yang sah.

Secara akumulasi dalam APBD 2007-20111 ditetapkan sebesar Rp59,63 triliun dengan realisasi sebesar Rp60,63 triliun atau 101,47 persen dari target yang ditetapkan. Sedangkan untuk tahun 2012 target PAD ini ditetapkan 30,64 triliun. Sampai akhir Maret 2012, telah terealisasi sebesar 3p6,78 triliun atau 22,08 persen.

"Realisasi pajak daerah secara umum sudah membaik. Hanya patut disayangkan terjadi penurunan penerimaan pajak daerah pada tahun 2007 dan 2009. Karena itu, tidak terealisasinya target tiga jenis pajak daerah di tahun 2011, tidak boleh terulang di tahun 2012," kata Ferrial.

Pada tahun ini pajak daerah ditargetkan sebesar Rp15,63 triliun. Realisasinya hingga Maret 2012 sebesar Rp3,76 triliun atau 24,09 persen dari target yang ditetapkan.

Untuk meingkatkan pencapaian realisasi PAD melalui pajak daerah, Ferrial menyarankan perlu peningkatan pelayanan prima kepada masyarakat dengan jalan menyederhanakan proses administrasi. Dengan begitu warga DKI yang menjadi wajib pajak lebih mudah melakukan pembayaran pajak atau retribusi daerah yang akan dapat mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Selain itu, perlu peningkatan pendataan, pemeriksaan dan pengawasan kepada masyarakat, objek pajak maupun aparat yang mengelola pendapatan daerah. Sehingga seluruh penerimaan daerah dapat dilaksanakan secara transparan dan akuntabel.

"Juga lakukan ekstensifikasi pendapatan daerah berdasarkan potensi yang sebenarnya dapat dikelola dan dipungut oleh Pemprov DKI. Disamping mengkaji kembali peraturan-peraturan yang dapat dijadikan dasar untuk meningkatkan agar target yang ditetapkan tercapai," kata Ferrial.

Kepala Dinas Pajak DKI Jakarta, Iwan Setiawandi, mengatakan upaya yang dilakukan  untuk meningkatkan perolehan pajak daerah, salah satunya dengan giat menagih kepada wajib pajak. Hingga 21 Juni 2012, panerimaan pajak parkir sudah mencapai 38 persen atau sebesar Rp90 miliar dari target sebesar Rp210 miliar. Sementara untuk pajak reklame hingga Juni sudah mencapai sekitar Rp160 miliar atau 45 persen dari target Rp360 miliar.

"Kami bertekad harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target ini. Tahun 2012 ini, seluruh jenis pajak mudah-mudahan terealisasi targetnya," kata Iwan.

Penulis: