Ilustrasi siswa tingkat sekolah dasar belajar di kelas.
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah memberikan alokasi dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk sekolah swasta yang dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2012
 

Program wajib belajar 12 tahun yang sudah dicanangkan Pemprov DKI sejak Mei 2012  disusul pencanangan Kartu Gratis Sekolah 12 tahun sejak Agustus 2012, tidak hanya diberikan kepada sekolah negeri di Jakarta, tetapi juga sudah mulai diberikan kepada sekolah swasta.

Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta telah memberikan alokasi dana Biaya Operasional Pendidikan (BOP) untuk sekolah swasta yang dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2012.
 
Dari alokasi dana BOP yang ada, Disdik DKI telah mengalokasikan dana sebesar Rp352,122 miliar untuk 2.048 sekolah swasta dengan jumlah peserta didik 418.292 siswa. Dana tersebut telah dicairkan pada 9 Oktober lalu. Sedangkan untuk sekolah negeri, telah dicairkan dana BOP sebesar Rp1,4 triliun pada Jumat (12/10).
 
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto membenarkan dana BOP untuk sekolah swasta yang baru dilakukan tahun ini sudah dicairkan dan dikirimkan ke rekening sekolah masing-masing. "Karena bentuk dana BOP untuk sekolah swasta adalah dana hibah, maka wewenang pencairannya ada di Dinas Pendidikan dan diproses oleh Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI," kata Taufik kepada Beritasatu.com, hari ini.
 
BPKD telah mencairkan dana BOP ke sekolah swasta sejak 9 Oktober lalu. Dana yang dicairkan untuk keperluan operasional sekolah pada bulan Juni, Juli dan September 2012. Begitu juga dengan pencairan dana BOP untuk sekolah negeri yang telah dikirimkan sejak Jumat (12/10) ke rekening masing-masing sekolah untuk keperluan operasional pengajaran selama tiga bulan.
 
"Kalau pencairan dana BOP sekolah negeri berada dibawah wewenang suku dinas pendidikan di enam wilayah. Karena sudah cair, silakan kepala sekolah mencek rekening sekolahnya untuk mengetahui keberadaan dana BOP tersebut," tuturnya.
 
Taufik meminta dana BOP tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar yang mengedepankan kualitas pendidikan yang diberikan kepada seluruh siswa di ibukota. Dia juga mengharapkan dana BOP tersebut digunakan secara efektif sesuai dengan Rencana Anggaran Kerja Sekolah (RAKS). Sehingga dapat dipertanggungjawabkan pelaksanaannya sesuai dengan regulasi administrasi yang telah ditetapkan dalam peraturan.
 
Kasubag Umum Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bambang Purwanto mengatakan program BOP bagi sekolah swasta ini merupakan hal yang baru dicanangkan pada tahun 2012. Mekanismenya adalah mengacu pada belanja hibah, setipe dengan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Adapun dasar hukum penyaluran dana hibah BOP pada sekolah swasta ini adalah, Pergub DKI Nomor 127 Tahun 2011 tentang tata cara pemberian hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan yang bersumber dari APBD.
 
Juga berdasarkan Pergub Nomor 118 Tahun 2012 tentang BOP pada sekolah swasta melalui belanja hibah tahun anggaran 2012. Selain itu surat Keputusan Gubernur DKI nomor 12 Tahun 2012 tentang penetapan belanja hibah, bantuan sosial dan bantuan keuangan dalam bentuk uang kepada individu, keluarga, masyarakat, kelompok masyarakat, organisasi  kemasyarakatan, pemerintah daerah lain dan pemerintah serta partai politik pada APBD  2012.
 
Menurutnya tujuan pemberian hibah BOP swasta ini, untuk membebaskan  seluruh siswa miskin. Mulai di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Yakni dari segala bentuk pungutan, termasuk untuk biaya kegiatan ekstrakurikuler. Kemudian untuk meningkatkan kinerja tenaga pendidikan dan kependidikan, menyediakan kebutuhan untuk kegiatan belajar mengajar, memelihara sarana dan prasarana pendidikan serta meningkatkan pengelolaan administrasi satuan pendidikan.
 
"Sasaran penerima hibah BOP swasta ini, dimulai dari SD/ MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK. Namun seluruh sekolah penerima hibah BOP swasta ini harus memenuhi persyaratan tertentu, yang usulannya dilakukan secara berjenjang dengan proses seleksi penerima dilakukan oleh kepala suku dinas Dikdas/Dikmen di masing-masing wilayah. Kemudian oleh kepala kantor Kementerian Agama kota/kabupaten di masing-masing wilayah," ujarnya.
 
Besaran dan alokasi dana hibah BOP, yaitu tingkat SD/MI Rp60 ribu per siswa per bulan. Kemudian untuk SMP/MTs Rp110 ribu per siswa per bulan. Tingkat SMA/MA Rp400 ribu per siswa per bulan. Sedangkan untuk SMK, tergantung dari jurusan yang diambilnya. Seperti untuk program Bisnis  Manajemen Rp400 ribu per siswa per bulan, program Pariwisata/Seni Rp500 ribu per siswa pe rbulan dan untuk program Teknologi/Pertanian Rp600 ribu per siswa per bulan.
 
Berdasarkan data yang dimiliki Dinas Pendidikan DKI Jakarta, saat ini  jumlah sekolah yang menerima hibah BOP pada sekolah swasta tahun 2012  adalah sebanyak 2.048 sekolah, dengan jumlah siswa 418.292 murid. Rinciannya, SD/SDLB sebanyak 135.506 murid dengan anggaran Rp48,782  miliar. Tingkat SMP/SMPLB sebanyak 117.759 murid dengan anggaran Rp77,720 miliar dan tingkat SMA/SMALB sebanyak 8.855 murid dengan anggaran Rp21, 252 miliar.
 
Kemudian untuk SMK sebanyak 43.231 murid dengan anggaran Rp118,857 miliar. Sedangkan untuk tingkat MI swasta sebanyak 78.155 siswa dengan anggaran Rp28,135 miliar. Tingkat MTs swasta sebanyak 34.577 siswa dengan anggaran Rp22, 820 miliar, tingkat MA swasta sebanyak 479 siswa dengan anggaran Rp1,149 miliar.


Penulis: