Belimbing dan ATM Sehat Dipamerkan di Open Science Meeting Yogyakarta

ATM Sehat di ajang the 8th Open Science Meeting, Yogyakarta. (dok)

Oleh: Yudo Dahono / YUD | Rabu, 17 Mei 2017 | 16:54 WIB

Yogyakarta - Empat produk inovasi Universitas Indonesia yakni Belimbing Island, ATM Sehat, Sabun Propolis dan Anti Nyamuk dari Tembakau mendapat kesempatan untuk memamerkan hasil karyanya di area the 8th Open Science Meeting (OSM). OSM ini diorganisir oleh Joint Working Committee Indonesia-Netherlands. Pameran dikemas dalam stan Innovation Corner diselenggarakan dari 15-17 Mei di Yogyakarta sebagai side event OSM tahun ini yang mengusung tema “Towards Resilient Society”.

Direktur Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis (DIIB) Universitas Indonesia, Dr Taufiq Wisnu Priambodo, mengatakan keikutsertaan UI untuk ikut dalam innovation corner adalah bonus menarik yang ditawarkan Royal Netherlands Academy of Arts and Sciences.

Saat ini, menurut Taufiq, UI sedang bekerjasama dengan Atase Ekonomi Kedutaan Besar Belanda lewat Ecodome Project dan ASEAN Orange Factory Incubation Program.

“Ini kesempatan baik bagaimana inovasi perguruan tinggi di Indonesia khususnya UI bisa terhubung dalam jejaring entrepreneur internasional untuk lebih memacu kualitas inovasi,” kata Taufiq di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/5).

DIIB akan mewakili UI sebagai host salah satu event di Ecodome, 9-11 Juni 2017 mendatang. Sementara ASEAN Orange Factory adalah program inisiatif Kementerian Luar Negeri dan perusahaan-perusahaan Belanda yang khusus ditujukan untuk profesional muda, pelajar dan pengusaha dari Belanda dan Asia Tenggara.

Belimbing Island dan ATM Sehat merupakan dua dari puluhan produk inovasi yang dilahirkan Direktorat Inovasi dan Inkubasi Bisnis Universitas Indonesia. Blimbing Island yang mendedikasikan inovasinya untuk pengolahan buah asli Depok yakni belimbing untuk berbagai produk makanan dan kosmetik saat ini sudah memasuki tahap produksi massal.

“Pabriknya ada di Pekapuran Tapos Depok. Siap sudah masuk pasar bebas,” ujar Taufiq.

Sementara itu ATM Sehat atau Anjungan Telehealth Masyarakat Sehat yang dikembangkan tiga mahasiswa UI yakni Sigit ohammad, Budhi Mulyadi dan Ahmad Zaki saat ini masih menunggu untuk produksi massal oleh PT. Telehealth Indonesia. Menurut Taufiq, aplikasi ATM Sehat yang mempermudah masyarakat mengetahui kondisi kesehatan dan mencari solusi masalah kesehatan akan mendapat hibah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) Kemenristekdikti.

ATM Sehat diprediksi akan menjadi aplikasi yang menarik bagi masyarakat setelah merai juara pertama Lomba Inovasi Universitas Indonesia tahun 2017. Juga menyabet sejumlah penghargaan yakni Finalis Lomba Inovasi Kemristekdikti tahun 2017, Penghargaan Tanoto Foundation Student Research Award tahun 2017. ATM Sehat juga sudah terdaftar Hak Paten di Kementerian Hukum dan HAM RI.

Wakil Rektor III Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. rer. nat. Rosari Saleh berharap jejaring pengembangan riset dan inovasi UI makin berkembang luas baik di tingkat nasional maupun internasional untuk memperkuat kualitas perguruan tinggi.

“Saat ini kita dituntut untuk terus memperbanyak inovasi yang berguna untuk masyarakat sehingga pengelolaan pendidikan dan riset sebagai ciri universitas gerenasi ketiga bisa lebih terlihat nyata,” ujar Rosari.

Universitas Indonesia dalam dua tahun terakhir sudah melahirkan 27 tenant start up baru lewat DIIB yang diimplementasikan dari riset-riset yang dibuat mahasiswa dan dosen.




Sumber: BeritaSatu.com
ARTIKEL TERKAIT