Dana Inkubator Bisnis Naik, Kegiatan Wirausaha Bakal Meningkat

Ketua Yayasan Planet Inovasi yang juga pengajar Universitas Indonesia Avanti Fontana (kiri) memberikan kenang-kenangan kepada Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe (kanan) dalam workshop inovasi kebangsaan di Jakarta, baru-baru ini. ()

Oleh: Heriyanto / HS | Jumat, 30 Juni 2017 | 13:35 WIB

Jakarta – Upaya pemerintah mendorong berbagai inovasi menjadi aktivitas wirausaha terus dilakukan. Salah satunya dengan meningkatkan dana pembinaan melalui inkubator bisnis teknologi (IBT). Alokasi dana tahun 2017 bakal mencapai Rp 370 miliar yang meningkat dari sekitar 190 miliar pada 2016 lalu.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe usai berbicara dalam Workshop Inovasi Kebangsaan di Jakarta, baru-baru ini.

Peningkatan anggaran itu, kata Jumain, merupakan bentuk komitmen dari pemerintah dalam mendorong inovasi sehingga bisa terwujud berbagai aktivitas kewirausahaan. Hal itu penting karena inovasi dari berbagai pihak harus didorong agar bisa diimplementasikan. Ini juga merupakan bagian dari inovasi kebangsaan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul.

“Salah satunya mendorong inovasi generasi muda yang sebenarnya punya potensi untuk dikembangkan sehingga bisa menciptakan usaha dan lapangan kerja. Ini juga merupakan bagian dari upaya kita semua dalam mendorong sebuah inovasi kebangsaan yang bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

Dikatakan, dengan dana sekitar Rp 170 miliar pada 2016 lalu tercatat sekitar 45 IBT yang ikut didampingi dengan berbagai unit kegiatan. Untuk 2017, dengan dana mencapai Rp 370 miliar, ditargetkan sekitar 60 unit inkubator bisnis yang bisa didanai.
“Dari 60 inkubator bisnis itu diharapkan bisa tercapai 500an unit kegiatan yang bisa didorong menjadi wirausaha,” katanya.

Dia berharap dana tersebut bisa dioptimalkan dengan baik karena banyak sekali inovasi-inovasi di kampus atau masyarakat yang perlu difasilitasi agar bisa menjadi aktivitas yang nyata. Apalagi, komitmen pemerintah saat ini mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah di perbatasan. Dengan demikian bisa menjadi salah satu motor dalam mendongkrak dunia usaha di daerah-daerah sesuai dengan potensi setempat.

Sebelumnya, pada akhir Mei 2017 lalu, Kemristekdikti menggelar Startup Technology Training Camp 2017. Dalam acara itu, Jumain menjelaskan bahwa tujuan kegiatan pelatihan tersebut agar para tenant dan inkubator dapat bekerja sama mengembangkan perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT). Saat itu, pelatihan diikuti sekitar 480 peserta dari seluruh Indonesia yang terdiri dari pengusaha pemula dan mentor bisnis.




Sumber: Suara Pembaruan
ARTIKEL TERKAIT